Artikel

Bahaya Gula dan Efek Minum Teh Manis Setiap Hari

bahaya gula pada makanan sangatlah banyak, begitu juga pada minuman

Minuman manis, siapa yang tidak suka? Anak-anak maupun orang dewasa pada umumnya menyukai rasanya yang lezat dan menyegarkan. Salah satunya teh manis yang sering kali menjadi pilihan utama untuk dikonsumsi setiap hari. Padahal, bahaya gula mengintai.

Meskipun terasa nikmat, kita perlu memperhatikan efek samping minum teh manis setiap hari. Ada bahaya gula yang patut diwaspadai, terutama bagi mereka yang mengonsumsinya secara berlebihan. 

Penelitian yang diterbitkan Harvard University tahun 2019 menyebutkan bahwa gula dalam minuman manis, termasuk teh manis, dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit tidak menular, seperti diabetes, serangan jantung, dan beberapa tipe kanker.

Data Institute for Health Metrics and Evaluation mengungkapkan bahwa diabetes adalah penyakit penyebab kematian tertinggi ke tiga di Indonesia tahun 2019. Terdapat 57,42 kasus kematian dari 100.000 penduduk akibat Diabetes di Indonesia.

Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, situasi diabetes di Indonesia menjadi perhatian serius dengan tingkat prevalensi mencapai 10.6%. Artinya, 1 dari 10 orang di Indonesia terkena Diabetes. Angka ini mencerminkan realitas yang cukup mengkhawatirkan, di mana lebih dari 19 juta penduduk Indonesia terkena dampak penyakit diabetes.

Penderita Diabetes di Indonesia meningkat pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Diperkirakan jumlah penderita Diabetes dapat meningkat 47% atau setara 28,57 juta orang pada tahun 2045.

Jadi, pertanyaan kita bukan sebatas apakah teh manis bikin gemuk, melainkan apa saja bahaya gula dan bagaimana cara yang tepat untuk mengonsumsinya. Bagaimanapun, gula bukan sesuatu yang harus dihindari karena tubuh juga membutuhkannya. Hanya saja kita perlu bijak dalam membatasi konsumsi gula setiap hari.

Gula Darah dan Fungsinya

Gula darah yang merupakan bentuk glukosa memiliki peran krusial sebagai sumber energi untuk setiap sel dan jaringan tubuh manusia. Adalah penting untuk memahami bahwa minuman manis sering kali mengandung gula tambahan yang dapat memberikan peningkatan signifikan terhadap asupan kalori harian. 

Proses pencernaan makanan, terutama yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, kentang, buah-buahan, dan camilan berisi gula, merupakan sumber terbentuknya glukosa. Glukosa yang dihasilkan dari karbohidrat tersebut dialirkan dalam darah untuk kemudian diolah menjadi energi yang dapat digunakan oleh sel-sel tubuh. 

Meski demikian, sel tubuh tidak dapat secara langsung mengubah glukosa menjadi energi tanpa bantuan insulin. Insulin berperan dalam membantu penyerapan glukosa oleh sel tubuh dan dilepaskan saat kadar gula darah meningkat. 

Fungsi insulin adalah menjaga agar kadar gula darah tetap dalam rentang normal, guna mencegah terjadinya hiperglikemia (kadar gula darah terlalu tinggi) atau hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah).

Menurut International Diabetes Federation (IDF), kisaran kadar gula darah normal adalah 70-99 mg/dL saat puasa atau tidak makan selama 8 jam.  Untuk kadar gula darah sewaktu adalah kurang dari 200 mg/dL. Serta kurang dari 140 mg/dL untuk satu hingga dua jam setelah makan dan 100-140 mg/dL sebelum tidur.

Gangguan dalam produksi atau respons insulin dapat menyebabkan kesulitan dalam menjaga kadar gula darah tetap normal. Jika kondisi tersebut dibiarkan dapat menjadi penyebab diabetes. 

Perubahan kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, efek samping obat, dan faktor lainnya. Kisaran kadar gula darah yang normal dapat dijadikan patokan, jika terjadi ketidaknormalan dalam kisaran tersebut dapat mengindikasikan kondisi prediabetes atau diabetes.

Mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat memberikan tambahan gula dalam diet harian. Padahal bahaya gula tidak hanya terbatas pada peningkatan risiko diabetes dan masalah berat badan. Gula yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

Bahaya Gula Berlebihan

Gula tidak hanya yang terdapat dalam gula pasir atau minuman manis, tetapi juga gula tambahan dalam makanan olahan. Konsumsi gula berlebihan dapat menjadi pemicu serangkaian masalah kesehatan yang serius. Sangat penting bagi kita untuk menyadari bahaya gula dalam berbagai aspek kesehatan.

 Beberapa bahaya gula antara lain:

1. Otak Ketergantungan Dopamin

Mengonsumsi minuman manis yang mengandung gula berlebih dapat memicu ketergantungan. Gula merangsang pelepasan dopamin atau hormon yang memengaruhi mood dan rasa kenikmatan. 

Saat mengonsumsi gula, otak menerima lonjakan dopamin yang menciptakan pengalaman kenikmatan, mirip dengan respons terhadap obat-obatan terlarang. Ketergantungan pada gula dapat menyebabkan keinginan berlebihan untuk konsumsi makanan dan minuman manis terus-menerus.

2. Gangguan Suasana Hati

Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan fluktuasi tajam kadar gula darah yang pada gilirannya memengaruhi suasana hati. Lonjakan energi yang dihasilkan oleh konsumsi gula dapat diikuti oleh perasaan gelisah dan cemas saat kadar gula turun. 

Kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan dapat berpengaruh pada gangguan suasana hati dan potensi terjadinya depresi. Penting untuk memahami bahwa bahaya gula juga dapat mengganggu kesehatan mental.

3. Gigi Rentan Berlubang

Gula memberikan lingkungan yang disukai bakteri dalam mulut. Bakteri mulut akan merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Kebersihan gigi yang buruk dan konsumsi makanan manis tanpa batasan dapat membahayakan kesehatan gigi.

bahaya gula pada makanan dan minuman manis dapat mempengaruhi kesehatan gigi

Bahaya gula dapat menyebabkan masalah seperti karies dan penyakit gusi. Langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi, seperti perawatan gigi rutin dan batasan konsumsi gula.

4. Risiko Nyeri Sendi

Kelebihan konsumsi gula dapat meningkatkan risiko nyeri sendi dan peradangan. Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi gula berlebihan dengan peningkatan risiko penyakit peradangan sendi, seperti arthritis. 

Pemahaman akan bahaya gula pada sistem muskuloskeletal dapat menjadi panduan dalam merancang diet sehari-hari. Kita dapat mengurangi asupan gula untuk membantu mengatasi rasa nyeri sendi dan mengurangi kemungkinan peradangan.

5. Kulit Kendur dan Rentan Berkerut

Salah satu efek gula darah tinggi bagi wanita yang menjadi momok tersendiri adalah membuat kulit kendur dan gampang berkerut. Konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi elastisitas kulit. 

Gula yang tidak diserap oleh tubuh dapat merusak kolagen, protein yang mendukung kekencangan kulit. Hal ini dapat mengakibatkan kulit kendur dan lebih rentan terhadap kerutan, sehingga membuat seseorang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. 

6. Meningkatkan Risiko Kerusakan Hati

Gula buatan seperti fruktosa dapat meningkatkan risiko kesehatan hati. Pemrosesan gula oleh hati menghasilkan lemak yang dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan masalah hati, termasuk penyakit hati berlemak, peradangan, dan sirosis. Untuk menjaga kesehatan hati, sebaiknya kita mengurangi konsumsi gula, khususnya gula tambahan dan pemanis buatan. 

7. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Gula bisa menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah yang dapat merusak dinding arteri. Pembuluh darah yang rusak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke. 

8. Gangguan Ginjal dan Pankreas

Kadar gula darah tinggi yang berkelanjutan terutama pada penderita Diabetes dapat menyebabkan kerusakan dan bahkan gagal ginjal. Ketika ginjal kehilangan kemampuannya untuk racun, maka akan membahayakan kesehatan secara keseluruhan. 

Sementara itu, pankreas yang bertanggung jawab untuk menghasilkan insulin guna mengatur gula darah dapat terganggu oleh konsumsi gula berlebihan. Resistensi insulin menyebabkan kelelahan pankreas dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. 

9. Penyebab Kelebihan Berat Badan

Apakah teh manis bikin gemuk? Ya, gula dalam minuman manis seperti teh manis dapat menyumbang asupan kalori berlebihan tanpa memberikan rasa kenyang, sehingga meningkatkan risiko peningkatan berat badan. 

Jurnal berjudul Kandungan Gizi dalam Minuman Kekinian Boba Milk Tea (2021) menyebutkan bahwa rata-rata kandungan sukrosa pada minuman kekinian sebanyak 73,44% dari total kalori. Padahal, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan batas konsumsi gula harian adalah 10% dari total energi atau hanya setara 4 sendok makan per orang per hari. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk meminimalisir bahaya gula dengan membatasi konsumsi minuman manis seperti teh manis dan minuman kekinian. Selain disiplin menerapkan pola hidup sehat seperti rutin olahraga dan tidur berkualitas, bijak mengonsumsi makanan dan minuman manis juga berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Tips Membatasi Asupan Gula 

Dalam keseharian, seringkali kita merasakan kelezatan dalam setiap tegukan minuman manis. Mulai dari teh manis hingga minuman bersoda, gula menjadi bintang utama yang menambah kenikmatan rasanya. 

Sayangnya, di balik kelezatan itu perlu kita sadari bahwa bahaya gula mungkin sedang mengintai. Oleh sebab itu, kita perlu membatasi asupan gula yang dikonsumsi setiap hari, terutama gula tambahan yang terkandung dalam minuman manis.

Berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk membatasi asupan gula sehari-hari:

1. Perhatikan Label Gizi

Saat membeli minuman kemasan, periksa label gizi dengan teliti. Jumlah gula seringkali tersembunyi di balik istilah lain seperti sirup jagung fruktosa atau sirup glukosa. Pilihlah minuman dengan kandungan gula yang lebih rendah dan hindari minuman yang memiliki tambahan pemanis buatan. Sebagai alternatif, kita dapat memilih minuman rendah gula seperti air mineral, teh tawar, atau minuman herbal. 

2. Buat Sendiri di Rumah

Membuat minuman sendiri di rumah memberikan kontrol penuh atas bahan-bahan yang digunakan. Kita dapat mengurangi jumlah gula atau menggantinya dengan pemanis alami seperti madu atau stevia. 

Misalnya, buatlah teh sendiri dan tambahkan sedikit madu untuk memberikan rasa manis alami. Dengan demikian, kita tidak hanya memiliki minuman yang sesuai dengan selera tetapi juga dapat mengontrol kandungan gula yang dikonsumsi.

3. Tambahkan Buah Segar

Menambahkan potongan buah segar ke dalam minuman bisa dilakukan untuk memberikan rasa manis alami. Buah-buahan seperti stroberi, blueberry, atau mentimun dapat menjadi pilihan yang menyegarkan. Buah-buahan ini memberikan nutrisi tambahan seperti serat dan antioksidan, serta dapat membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi minuman manis.

4. Kurangi Frekuensi Konsumsi

Mengurangi frekuensi konsumsi minuman manis merupakan langkah efektif untuk mengendalikan asupan gula harian. Menggantinya dengan minuman sehat seperti air putih dan infused water dapat membantu menurunkan asupan gula secara keseluruhan.

5. Kurangi Minuman Bersoda

Minuman bersoda sering menjadi penyumbang utama asupan gula berlebih dalam pola makan harian. Mengurangi konsumsi minuman bersoda juga dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan mengurangi risiko kerusakan gigi yang disebabkan oleh asam dalam minuman bersoda.

6. Pilih Varian Light atau Less Sugar

Varian light atau less sugar dari minuman biasanya mengandung lebih sedikit kalori dan gula dibandingkan dengan versi reguler. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan pemanis buatan juga harus dikonsumsi dengan bijak. 

Oleh karena itu, tetap perhatikan jumlah konsumsinya dan pertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan pada minuman manis secara keseluruhan. Dengan menerapkan tips ini, kita dapat secara efektif mencegah bahaya gula dan membiasakan gaya hidup yang lebih sehat.

Meningkatkan kesadaran untuk membatasi asupan gula merupakan tindakan tepat dalam menjaga kesehatan. Kita perlu berkomitmen untuk membuat pilihan yang lebih sehat dan mengurangi konsumsi minuman manis dalam kehidupan sehari-hari. 

TAGS
#apakah teh manis bikin gemuk #bahaya gula #efek gula darah tinggi bagi wanita #efek samping minum teh manis setiap hari #minuman manis