Artikel

Manfaat Smart Scale dan Fitur-fiturnya untuk Sukseskan Program Dietmu

Timbangan badan digital, smart scale, atau timbangan analog, mana yang kamu pilih? Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya kamu memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis timbangan badan yang akan digunakan.

Seperti diketahui, memantau berat badan dan menjalankan program diet sangat penting. Bukan hanya untuk menurunkan berat badan, namun diet adalah pengaturan pola makan termasuk memilih jenis makanan dan cara mengonsumsinya guna menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Melansir laman UNICEF, Indonesia mengalami peningkatan jumlah orang yang memiliki kelebihan berat badan dan obesitas di semua kelompok usia dan pendapatan. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyebutkan bahwa 1 dari 5 orang dewasa mengalami obesitas. Demikian juga dengan 1 dari 7 remaja usia 13-18 tahun serta 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun. 

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyulitkan masyarakat ekonomi bawah untuk mengakses makanan bergizi. Survei tahun 2020 mengungkapkan bahwa masyarakat berpendapatan rendah mengonsumsi makanan bergizi seperti buah, daging sapi, ikan, dan semacamnya lebih sedikit selama pandemi dibandingkan tahun 2018.

Akibatnya jutaan orang menyantap makanan yang tidak tepat dan mendatangkan konsekuensi kesehatan dalam jangka panjang, salah satunya terkait masalah obesitas. Orang dengan kelebihan berat badan rentan terserang penyakit diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke serta masalah psikososial.

Masih abai untuk menjaga berat badan ideal? Tentu tidak, ya. Ada beragam cara yang bisa kita lakukan dalam mengontrol berat badan agar tubuh tetap sehat, salah satunya dengan memantau berat badan menggunakan timbangan pintar atau smart scale. 

Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan timbangan analog dengan timbangan badan digital, serta fitur tambahan yang ada di smart scale. Ketahui juga tips memilih timbangan dan panduan menimbang berat badan yang tepat.

Timbangan Analog dan Timbangan Badan Digital

Timbangan badan merupakan alat untuk mengukur berat badan seseorang, sehingga naik dan turunnya berat badan dapat dipantau secara berkala. Pada umumnya di pasaran beredar dua jenis timbangan, yaitu timbangan analog dan timbangan badan digital.

Timbangan analog memiliki tampilan tersendiri dengan garis-garis penanda angka dan jarum kecil sebagai indikatornya. Jenis timbangan ini bekerja secara mekanik menggunakan sistem pegas.

Cara menimbang badan menggunakan timbangan analog adalah dengan berdiri di atasnya, kemudian jarum akan bergeser ke kanan sampai pada garis tertentu yang menunjukkan berat badan kita.

Kelebihan timbangan analog antara lain harganya yang relatif lebih murah dibandingkan timbangan badan digital. Timbangan analog juga dinilai lebih awet. Namun, timbangan jenis ini hanya bisa menimbang berat badan, tidak ada fitur tambahan lainnya. Kita juga harus memastikan bahwa jarum mulai dari angka nol. Tingkat keakuratan timbangan analog juga lebih rendah.

smart scale

Bagaimana dengan timbangan badan digital? Cara kerja timbangan ini adalah dengan mengubah gaya tekanan suatu benda menjadi sinyal listrik yang diproses secara komputerisasi untuk menerjemahkan data. Sehingga muncul angka hasil pengukuran berat di layar timbangan.

Kelebihan timbangan digital atau timbangan elektronik terletak pada keakuratannya yang lebih baik dibandingkan timbangan analog. Timbangan digital banyak jenisnya, termasuk timbangan digital yang dilengkapi berbagai fitur pintar sehingga disebut smart scale. Namun tentu saja harga jauh lebih mahal dibandingkan timbangan biasa.

Apa Itu Smart Scale dan Apa Saja Fiturnya?

Smart scale merupakan timbangan badan digital yang dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan dengan teknologi canggih. Manfaat smart scale bukan sekadar untuk menimbang berat badan, melainkan juga mengukur indikator kesehatan lainnya.

Selain mengukur weight atau berat badan, beberapa fitur smart scale yaitu untuk mengukur indikator berikut:

  1. Body Mass Index (BMI)

Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh adalah estimasi berat badan terhadap tinggi badan sehingga diketahui kategori tubuh seseorang apakah sangat kurus, kurus, normal, gemuk, atau obesitas.

Rumus Body Mass Index (BMI) : Berat Badan / (Tinggi Badan x Tinggi Badan)

Berat badan menggunakan satuan kilogram dan tinggi badan menggunakan satuan meter. Dengan menggunakan smart scale, kita tidak perlu menghitungnya secara manual. 

  1. Body Fat Percentage

Body fat percentage adalah persentase lemak pada tubuh untuk mengetahui apakah timbunan lemak di tubuh sudah berlebihan atau tidak. Sehingga bisa menjadi acuan dalam merancang program diet yang tepat.

  1. Body Age

Body age merupakan usia biologis tubuh yang ditentukan dari seberapa baik fungsi tubuh dibandingkan usia kronologisnya. Body age dipengaruhi beberapa faktor yakni genetik, nutrisi, gaya hidup, dan lain-lain. Beberapa timbangan pintar dapat mengukur body age dengan tingkat keakuratan yang baik. 

  1. Muscle Mass

Jumlah muscle mass atau massa otot perlu diketahui sebagai acuan menjaga berat badan ideal. Semakin banyak jumlah otot artinya semakin tinggi juga massa ototnya. Massa otot berguna untuk mendukung pergerakan tubuh, menjaga kestabilan tubuh, dan lain-lain.

  1. Bone Mass

Bone mass perlu diketahui untuk mengukur apakah massa tulang kita normal atau tidak. Jika angkanya terlalu rendah, maka kita memerlukan suplemen tambahan untuk meningkatkannya. Massa tulang yang rendah juga perlu diwaspadai karena bisa mengarah ke penyakit osteoporosis.

  1. Basal Metabolic Rate (BMR)

Basal Metabolic Rate (BMR) merupakan jumlah kalori harian yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi dasar organ tubuh, seperti bernapas, sirkulasi darah, mencerna makanan, dan lain-lain. Dengan mengetahui BMR, kita bisa merancang jenis makanan, intensitas olahraga, dan strategi lainnya untuk menyukseskan program diet.

  1. Visceral Fat

Visceral fat adalah lemak tubuh yang terdapat pada rongga perut dan dapat menghambat kinerja organ internal tubuh. Lemak ini dapat menjadi penyebab perut buncit yang kerap dikeluhkan orang. Salah satu indikasi visceral fat berlebihan yaitu lingkar pinggang yang besar dan perut membuncit.

Setiap tipe smart scale bisa jadi memiliki fitur yang berbeda. Beberapa merek smart scale juga dilengkapi dengan fitur pengukuran protein rate, obesity level, body type, dan lain-lain. Tidak hanya itu, beberapa jenis smart scale juga dapat mengukur suhu ruangan dan juga dapat dihubungkan ke smartphone.

Beberapa tipe smart scale dari berbagai merek antara lain Xiaomi Mi smart scale 2, Notale digital smart scale, Wyze smart scale, Actofit body fat analyser, Idealife digital bathroom smart scale, dan sebagainya.

Tips Memilih Smart Scale yang Tepat

Terdapat cukup banyak pilihan jika kamu ingin membeli timbangan badan digital pintar atau smart scale. Bahkan, bisa jadi kamu malah bingung harus memilih yang mana. Berikut tips memilih timbangan badan yang bisa kamu ikuti.

  1. Perhatikan Kapasitasnya

Kapasitas timbangan berbeda-beda, ada yang bisa mengukur berat badan sampai 100 kg dan ada juga bisa lebih dari itu. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhanmu. Termasuk perhatikan juga tingkat keakuratannya sampai ke angka berapa desimal.

  1. Kenali Fiturnya

Timbangan yang menawarkan fitur paling banyak bukan berarti paling baik. Jika kamu tidak paham menggunakannya atau memang tidak membutuhkannya, fitur-fitur tersebut akan menjadi hiasan belaka, bukan? 

  1. Sesuaikan Jenisnya

Setiap jenis timbangan memiliki peruntukkan masing-masing. Misalnya timbangan badan untuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa tentu memiliki model yang berbeda. Jangan sampai salah pilih, ya!

  1. Sesuaikan Budget

Harga timbangan badan digital pintar atau smart scale relatif lebih mahal dibandingkan timbangan analog. Namun fitur-fitur yang disediakan tentunya lebih lengkap. Mau pilih yang mana? Sesuaikan saja dengan budget yang kamu miliki.

  1. Baca Ulasan Pengguna Lain

Membaca ulasan pengguna lain dapat memberikanmu gambaran terkait kualitas produk dan tingkat kepuasan penggunanya. Kamu bisa membaca review pelanggan di marketplace. Kalau mau yang lebih lengkap, kamu bisa menyimak review produk di blog maupun kanal Youtube. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyaknya jenis dan merek timbangan dapat membuat kita bingung dalam menentukan keputusan pembelian. Kadang-kadang ada juga produk dengan fitur lengkap dan harganya murah, namun setelah digunakan ternyata fiturnya tidak berfungsi optimal. Ulasan dari orang-orang yang telah mencoba sendiri suatu produk bisa membantu kita menentukan pilihan.

Panduan Menimbang Berat Badan agar Hasilnya Akurat

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang berat badan agar hasilnya akurat. Sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam merancang program diet. Berdasarkan penelusuran dari Alodokter, berikut panduannya.

  1. Tidak Perlu Menimbang Badan Setiap Hari

Menimbang badan terlalu sering bahkan setiap hari bukanlah tindakan yang bijak. Berat badan dan tubuh yang ideal merupakan cerminan apa yang terjadi di tubuh dalam jangka waktu tertentu. Sehingga tidak perlu menimbang badan setiap hari. 

Alih-alih termotivasi berolahraga, kamu bisa kecewa karena hasil timbangan tidak ada perubahan. Lagipula berat badan seseorang dipengaruhi berbagai faktor, seperti perubahan hormon, kondisi cuaca, konsumsi garam, dan lain-lain. Menimbang berat badan cukup dilakukan satu kali dalam sepekan.

  1. Timbang Berat Badan di Pagi Hari Saat Perut Kosong

Disarankan menimbang berat badan pada pagi hari saat perut kosong. Dengan kata lain setelah kita buang air kecil dan besar serta belum mengonsumsi makanan apapun. Hal ini dikarenakan air dan kotoran juga memiliki massa yang dapat memengaruhi hasil timbangan.

  1. Gunakan Timbangan Sesuai Petunjuk

Sebelum menimbang badan, pahami dulu petunjuk penggunaan timbangan yang akan dipakai. Posisikan diri di tempat yang sesuai dan jangan miring. Untuk smart scale, pastikan pengaturan fitur sudah disesuaikan dengan kebutuhan.

  1. Hindari Menimbang Badan Saat Stres

Menimbang badan saat stres sebaiknya dihindari. Kondisi stres dapat memicu kenaikan hormon dan memengaruhi keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh. Selain itu, kamu juga sebaiknya tidak menimbang badan sementara waktu jika melihat angka timbangan bisa menimbulkan stres.

  1. Konsultasi dengan Ahlinya

Tidak sedikit orang gagal mendapatkan postur tubuh ideal karena menjalankan program diet yang tidak tepat. Jika diperlukan sebaiknya konsultasi dengan ahlinya seperti nutrisionis maupun personal trainer di gym.

Menerapkan gaya hidup sehat dan mematuhi program diet yang direkomendasikan ahlinya merupakan langkah penting untuk menjaga postur tubuh ideal dan menekan risiko penyakit degeneratif. 

Penggunaan timbangan badan digital pintar atau smart scale bermanfaat untuk membantu memantau perubahan body mass index, sehingga berat badan ideal bisa dijaga. Tentu saja perlu diimbangi dengan konsumsi nutrisi yang tepat dan olahraga teratur.

Editor: Ella Shariati

TAGS
#body age #body mass index #program diet #smart scale #timbangan badan digital