Artikel

Bahaya Pinjol, Ancaman bagi Generasi Muda

Pinjol adalah istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pada era media sosial di mana banyak orang flexing, pinjaman online atau pinjol dan paylater adalah jalan pintas yang cukup menggiurkan. Bahaya pinjol alias pinjaman online mengintai generasi muda.

Meskipun bunga pinjol dan bunga paylater cenderung lebih tinggi dibandingkan bunga perbankan konvensional, popularitasnya terus meningkat. Kehadiran layanan ini diklaim dapat memberikan kemudahan dan aksesibilitas dalam mendapatkan pinjaman dana dengan cepat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terungkap bahwa sektor pinjaman online di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Pada Agustus 2023, nilai penyaluran pinjol mencapai Rp20,53 triliun yang artinya mengalami kenaikan sebesar 0,78% dari bulan Juli 2023. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi peningkatan sebesar 6,87%. 

Sementara itu, riset Populix berjudul Unveiling Indonesia’s Financial Evolution: Fintech Lending and Paylater Adoption mengungkapkan bahwa sebanyak 65% responden mengaku memiliki cicilan pinjol. Data ini menunjukkan tren penggunaan layanan pinjol sebagai solusi finansial yang semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. 

Secara keseluruhan, riset menunjukkan bahwa jumlah tagihan maksimal yang dimiliki responden dalam satu waktu adalah Rp 3 juta. Penelitian ini dilakukan secara daring pada periode 15 hingga 18 September 2023 dengan melibatkan total 1.017 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 17 hingga 55 tahun di Indonesia. 

Dengan perkembangan tersebut, terlihat bahwa sektor pinjaman online tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem keuangan di Indonesia. Namun perlu diingat, sangat penting untuk memahami apa itu pinjol dan cara yang bijak dalam menggunakannya. Karena di balik iming-iming kemudahannya, ada bahaya pinjol yang cukup mengkhawatirkan.

Pengertian Pinjol dan Jenis-Jenisnya

Pinjaman online atau pinjol adalah layanan keuangan yang memungkinkan masyarakat perorangan atau bisnis untuk mengajukan pinjaman secara online melalui platform digital. Seiring dengan kemajuan teknologi, pinjol merupakan salah satu inovasi dalam ranah financial technology atau fintech.

Konsep pinjol mirip dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang tidak memerlukan agunan. Kelebihan utama pinjol terletak pada kemudahan aksesnya, di mana masyarakat dapat mengajukan pinjaman kapan saja dan di mana saja secara online dengan syarat yang relatif mudah. Pengguna hanya perlu terhubung dengan internet melalui website atau aplikasi di smartphone.

Jenis-jenis pinjaman online di antaranya:

1. Pinjaman Online Dana Tunai

Pinjaman online dana tunai adalah bentuk layanan keuangan digital yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dana secara langsung ke rekening bank tanpa memerlukan jaminan atau agunan. Kelebihannya diklaim dapat memenuhi kebutuhan finansial mendesak dengan cepat dan tanpa proses yang rumit.

bahaya pinjol adalah membuat orang gemar menambah hutang

2. Pinjaman Online Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Pinjaman online cicilan tanpa kartu kredit merupakan layanan yang secara khusus dirancang untuk memfasilitasi pembelian barang konsumtif, seperti kulkas, mesin cuci, handphone, dan laptop. Dengan adanya layanan ini, pengguna dapat membeli barang secara kredit meskipun tidak memiliki kartu kredit konvensional.

3. Paylater

Paylater adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk berbelanja sekarang, tapi  pembayarannya dapat ditunda nanti dalam periode waktu tertentu. Ini memberikan fleksibilitas pembayaran kepada konsumen, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan terhadap tenggat waktu pembayaran.

Bunga paylater biasanya 0% jika pelunasan tepat waktu, namun sering kali terdapat biaya admin yang harus dibayar. Jika melewati batas waktu pembayaran yang ditentukan, bunga paylater bisa menjadi sangat besar. Belum lagi adanya denda yang dikenakan dan biaya-biaya lainnya.

4. Peer-to-Peer Lending (P2P Lending)

Peer-to-Peer Lending (P2P lending) adalah model pinjaman online yang menghubungkan peminjam langsung dengan investor tanpa melibatkan lembaga keuangan tradisional. Konsepnya seperti financial marketplace yang mempertemukan kreditur dan debitur.

Peminjam dapat mengakses pinjaman tanpa prosedur yang kompleks. Sementara investor dapat menginvestasikan dananya untuk mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman yang dibayarkan oleh peminjam.

5. Pinjaman Online Dana Usaha

Pinjaman online dana usaha difokuskan pada pembiayaan usaha atau modal bagi para pengusaha. Layanan ini sering digunakan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau oleh mereka yang menghadapi kesulitan mendapatkan pinjaman modal dari bank konvensional. 

Bahaya Pinjol

Pinjol adalah bentuk inovasi dalam bidang keuangan yang telah mengubah cara masyarakat mengakses dana pinjaman. Dengan kecepatan dan kemudahan aksesnya, pinjol dapat menjadi alternatif menarik bagi mereka yang membutuhkan dana dengan cepat, tanpa harus melalui prosedur rumit di bank konvensional. 

Meskipun begitu, di balik kenyamanan tersebut ada bahaya pinjol yang telah menelan banyak korban. Mulai dari menerima teror debt collector, bunga dan denda yang mencekik, gangguan kejiwaan, hingga berujung maut. Apalagi saat ini banyak pinjol ilegal yang mengenakan bunga sangat tinggi serta prosedur penagihan yang tidak manusiawi.

Sebelum registrasi di aplikasi pinjaman online maupun paylater, pastikan kita memahami beberapa bahaya pinjol berikut:

1. Tingginya Suku Bunga

Salah satu bahaya utama dalam menggunakan layanan pinjol adalah tingginya suku bunga pinjol yang sering kali jauh melebihi tingkat bunga perbankan konvensional. Bunga pinjol, termasuk bunga paylater, dapat mencapai 12%-24% per bulan. Besara bunga tersebut merupakan kesepakatan dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Tingginya suku bunga ini dapat menimbulkan beban finansial yang berat bagi peminjam. Sehingga mempersulit proses pelunasan dan meningkatkan risiko terjerumus dalam lubang utang yang sulit untuk diatasi. Penting bagi peminjam untuk memahami secara detail besaran suku bunga yang diterapkan sebelum mengambil keputusan.

2. Risiko Keamanan Data

Bahaya pinjol lainnya adalah risiko keamanan data. Proses pengajuan pinjaman melibatkan pengumpulan informasi pribadi yang sensitif seperti data KTP dan nomor kontak yang tersimpan di ponsel. Kebocoran atau penyalahgunaan data pribadi dapat menimbulkan masalah serius. 

Pinjol ilegal disinyalir menyalahgunakan data dan menempatkan peminjam pada posisi rentan terhadap ancaman keamanan siber. Oleh karena itu, perlindungan data harus menjadi fokus utama bagi semua pihak yang terlibat.

3. Praktik Penagihan yang Tidak Etis

Bahaya lain yang sering dihadapi oleh korban pinjol adalah praktik penagihan yang tidak etis. Beberapa penyedia layanan cenderung menggunakan metode penagihan yang agresif, termasuk ancaman dan intimidasi, terutama saat peminjam mengalami keterlambatan pembayaran. 

Praktik ini dapat menyebabkan tekanan emosional dan psikologis yang signifikan. Bahkan beberapa korban pinjol memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena tidak kuat menghadapi penagihan hutang yang tidak etis.

4. Jerat Utang yang Sulit Diatasi

Peminjam yang mengandalkan pinjol untuk memenuhi kebutuhan finansial seringkali berisiko terjebak dalam jerat utang yang sulit diatasi. Ketergantungan pada pinjol untuk keperluan rutin dapat menyebabkan akumulasi utang yang kian menumpuk. 

Jika peminjam tidak mampu melunasi pinjaman dengan tepat waktu, ini dapat menciptakan lingkaran setan hutang yang sulit untuk dikeluarkan. Pada akhirnya jumlah pokok pinjaman, bunga, dan denda yang harus dibayar semakin besar di luar kemampuan.

5. Dampak Terhadap Skor Kredit

Bahaya pinjol selanjutnya yaitu dapat merusak skor kredit peminjam. Gagal melunasi pinjaman online dapat mempengaruhi skor kredit atau kemampuan untuk mendapatkan pinjaman atau layanan keuangan lainnya di masa depan. Dampak jangka panjang ini dapat menyulitkan akses ke produk keuangan lainnya dan mempengaruhi stabilitas keuangan pribadi.

Tips Aman Menggunakan Pinjol dengan Bijak

Literasi finansial sangat penting sebagai pedoman kita dalam mengelola keuangan sehari-hari. Kita perlu mengidentifikasi pemasukan dan pengeluaran rutin setiap jangka waktu tertentu dan membuat anggaran keuangan yang tepat. Tidak kalah penting untuk memiliki dana darurat serta sumber penghasilan tambahan agar kita tidak perlu mengajukan pinjaman.

Di tengah kondisi perekonomian yang penuh ketidakpastian, mungkin ada kondisi-kondisi tertentu yang pada akhirnya menempatkan kita untuk mencari pinjaman. Jika terpaksa harus menggunakan layanan pinjol, perhatikan beberapa tips berikut:

1. Pahami Syarat dan Ketentuan

Langkah pertama untuk menggunakan pinjol adalah memahami sepenuhnya syarat dan ketentuan yang terkait dengan pinjaman tersebut. Bacalah secara saksama setiap detail dalam perjanjian pinjaman, termasuk suku bunga, biaya tambahan, dan jangka waktu pembayaran. 

2. Bandingkan Penyedia Pinjol

Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman, bijaklah dalam membandingkan berbagai penyedia pinjol. Bandingkan suku bunga, biaya administrasi, dan persyaratan lainnya dari beberapa platform pinjol. Ini membantu kita memilih penyedia pinjol yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Pastikan bahwa penyedia pinjol tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK.

3. Batasi Jumlah Pinjaman

Tentukan dengan cermat berapa jumlah yang benar-benar diperlukan dan hanya ajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan tersebut. Hindari godaan untuk mengambil pinjaman lebih besar dari yang diperlukan, karena ini dapat meningkatkan risiko kesulitan pembayaran di masa mendatang.

4. Perhatikan Tanggal Jatuh Tempo

Ketepatan waktu pembayaran sangat penting dalam mengelola pinjaman online. Pastikan untuk selalu memperhatikan tanggal jatuh tempo dan menyiapkan dana yang diperlukan untuk melunasi pinjaman tepat waktu. Keterlambatan pembayaran dapat mengakibatkan penalti dan biaya tambahan, serta berpotensi merusak skor kredit.

5. Jaga Keamanan Informasi Pribadi

Pastikan bahwa platform pinjol yang kita pilih memiliki langkah-langkah keamanan data yang kuat. Hindari berbagi informasi pribadi melalui saluran yang tidak aman dan pastikan untuk menggunakan kata sandi yang unik. Jangan ragu untuk mengecek reputasi keamanan penyedia pinjol sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman.

6. Perhatikan Kebijakan Perpanjangan dan Pembayaran Minimum

Beberapa penyedia layanan menawarkan opsi perpanjangan pinjaman, namun ini sering kali disertai dengan biaya tambahan. Selain itu, perhatikan pembayaran minimum yang diperlukan. Pastikan kita mampu membayar setidaknya jumlah minimum tersebut.

7. Buat Rencana Pembayaran dan Anggaran

Tentukan bagaimana kita akan melunasi pinjaman dan alokasikan anggaran bulanan untuk membayar cicilan. Dengan memiliki rencana yang terstruktur, kita dapat menghindari kesulitan pembayaran dan memastikan keberlanjutan keuangan dalam jangka panjang. Selalu prioritaskan pembayaran pinjaman sebagai bagian penting dari manajemen keuangan.

Menilik bahaya pinjol yang sangat banyak, dapat disimpulkan bahwa pinjol adalah langkah terakhir dalam mengatasi kebutuhan finansial mendesak. Pinjol maupun paylater adalah pilihan terakhir ketika alternatif lain telah dipertimbangkan, seperti meminjam dari keluarga atau teman, merencanakan keuangan dengan lebih hati-hati, atau mencari bantuan keuangan dari lembaga keuangan konvensional.

Selain itu, pastikan penyedia pinjol yang akan digunakan tersebut terdaftar secara resmi, diawasi oleh OJK, dan memiliki reputasi yang baik dalam memberikan layanan yang transparan dan etis. Kita harus waspada terhadap maraknya pinjol ilegal.

Kebijakan finansial perlu menerapkan evaluasi yang cermat terhadap kondisi keuangan pribadi, perencanaan anggaran yang baik, dan pertimbangan matang terhadap konsekuensi dari penggunaan pinjol. Sehingga ketika ada kebutuhan keuangan yang mendesak, kita tidak tergoda untuk menggunakan pinjol.

TAGS
#bahaya pinjol #bunga paylater #bunga pinjol #paylater adalah #pinjol adalah