Artikel

Tips Napas Segar Sepanjang Hari Saat Berpuasa

Memiliki napas segar merupakan kebutuhan dasar, namun ada saatnya bau mulut melanda, misalnya saat berpuasa. Cara mengatasi bau mulut saat puasa bukanlah hal yang sulit. Hanya saja kita perlu memahami terlebih dahulu macam-macam penyebab bau mulut dan cara mengatasinya. Sehingga kita tidak sekadar menjaga kebersihan mulut dan gigi, tapi juga menjaga pola makan serta melakukan tindakan medis yang diperlukan.

Mungkin kamu juga sudah mengetahui kalau masalah bau mulut bisa dipicu makanan tertentu. Memang ada beberapa makanan penyebab bau mulut yang perlu diperhatikan cara mengonsumsinya. Selain dari makanan, diketahui gigi berlubang bisa menyebabkan bau mulut juga.

Masalah bau mulut kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan yang tidak berbahaya. Padahal bau mulut bisa menjadi indikasi dari adanya penyakit tertentu. Tentu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis penyakit yang diderita dan menentukan pengobatan yang tepat.

Berdasarkan survei dari National Breath Center, bau mulut bukan cuma berdampak pada kesehatan  fisik. Ternyata masalah bau mulut juga bisa memengaruhi kesehatan mental dan aspek kehidupan lainnya, seperti berkurangnya kepercayaan diri, merusak hubungan asmara, serta masalah pekerjaan.

Melansir Liputan6, Daily Mail merilis hasil survey yang menyebutkan bahwa 9 dari 10 orang merisaukan masalah bau mulut dan sepertiganya menganggap bau mulut sebagai alasan kuat untuk menjauhi teman kencannya. Di sisi lain, seorang dokter gigi pendiri Bow Lane Dental Group mengungkapkan bahwa 95% orang tidak menyadari sebenarnya mulutnya bau atau tidak. 

Selengkapnya, mari kita ulas lebih dalam sebenarnya apa itu bau mulut dan apa saja penyebabnya. Ketahui juga cara mengatasi bau mulut dan ikuti tips nafas segar sepanjang hari saat berpuasa. 

Pengertian Bau Mulut dan Penyebabnya

Sebenarnya apa yang dimaksud bau mulut? Istilah bau mulut atau halitosis merujuk pada aroma tidak sedap yang dikeluarkan saat seseorang berbicara maupun bernapas. Masalah bau mulut ini bisa terjadi sementara karena kondisi tertentu maupun secara terus-menerus sampai penyebabnya diatasi.

Penyebab bau mulut bisa bermacam-macam, mulai dari masalah umum, kondisi kesehatan tertentu, dan lainnya. Berikut beberapa penyebab bau mulut dan cara mengatasinya:

1. Gigi Berlubang

Walaupun kamu tidak sedang merasakan sakit gigi, tapi adanya gigi berlubang bisa membuat bau mulut. Bagaimanapun mulut merupakan tempat tinggal berbagai jenis bakteri. Bakteri-bakteri tersebut menghasilkan zat asam yang mengikis lapisan gigi serta membuat gigi keropos dan berlubang.

Di dalam lubang gigi tersebut bakteri akan berkumpul dan berkembang biak. Laman resmi pemerintah Hongkong, Oral Health Education Unit Department of Health, menyebutkan bahwa banyaknya bakteri di dalam mulut akan memperparah aroma bau tidak sedap yang dikeluarkan.

Bakteri yang biasanya memenuhi gigi berlubang antara lain Fusobacterium, P. intermedia, dan T. denticola. Bakteri-bakteri ini mengurai protein menjadi senyawa sulfida yang membuat aroma napas tidak sedap dan bau mulut.

Napas tidak segar bisa disebabkan salah satunya oleh sakit gigi

Bakteri-bakteri di dalam mulut memakan gula dari sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan. Oleh karenanya sangat dianjurkan untuk rutin membersihkan gigi dan mulut secara teratur untuk menekan pertumbuhan bakteri di dalam mulut.

Jika sudah mengalami masalah gigi berlubang bikin bau mulut, rutin menjaga kebersihan mulut dan gigi saja belum cukup. Kamu perlu berkonsultasi ke dokter gigi dan menjalani perawatan gigi. Dokter gigi akan menambal gigi yang berlubang atau mencabutnya jika diperlukan.

2. Minuman dan Makanan Penyebab Bau Mulut

Penyebab bau mulut yang umum terjadi salah satunya yaitu mengonsumsi minuman dan makanan penyebab bau mulut. Telah umum diketahui bahwa beberapa minuman dan makanan memang dapat menimbulkan aroma napas tidak sedap dan bau mulut.

Contoh minuman yang dapat memicu bau mulut diantaranya minuman-minuman beralkohol. Sedangkan makanan penyebab bau mulut antara lain bawang putih, jengkol, petai, durian, dan lain-lain. 

Bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi makanan-makanan tersebut, hanya saja kita perlu mengetahui risiko bau mulut yang menyertai dan cara mengatasinya. Jika kamu memang menyukai beberapa makanan penyebab bau mulut, kamu tetap boleh memakannya di waktu yang tepat. 

Sebagai contoh kamu bisa mengonsumsi makanan tersebut ketika di rumah dan tidak ada rencana bertemu dengan banyak orang. Hindari makanan penyebab bau mulut kalau kamu ada rencana meeting penting maupun akan menghadiri pertemuan besar.

Jangan lupa untuk menyikat gigi dan menggunakan obat kumur penyegar napas setelah mengonsumsi makanan beraroma kuat yang berisiko memicu bau mulut. Kamu juga bisa mengonsumsi permen penyegar napas untuk menyamarkan aroma makanan yang telah dikonsumsi.

3. Obat-Obatan yang Menyebabkan Bau Mulut

Selain minuman dan makanan penyebab bau mulut, obat-obatan tertentu juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi aroma napas menjadi tidak sedap. Obat-obatan ini biasanya bisa terserap oleh darah dan menyerap ke paru-paru sehingga bisa memengaruhi aroma napas yang dihembuskan.

Beberapa jenis obat yang bisa menjadi penyebab bau mulut antara lain antipsikotik, antihistamin, obat diuretik, serta obat-obatan lainnya yang memiliki efek samping membuat mulut kering. Mulut kering karena konsumsi obat-obatan juga dapat menyebabkan bau mulut.

Menjaga kebersihan mulut dan gigi saja tidak bisa mengatasi bau mulut jika kamu masih harus mengonsumsi obat-obatan tersebut. Namun kamu bisa mengurangi aroma tidak sedap tersebut dengan cukup konsumsi air putih agar mulut tidak kering serta menggunakan masker saat bertemu orang lain.

4. Adanya Penyakit Tertentu

Penyebab bau mulut lainnya adalah adanya penyakit tertentu. Belum banyak orang yang tahu bahwa beberapa penyakit bisa menyebabkan komplikasi berupa bau mulut, diantaranya gingivitis, diabetes, alergi, liver, gangguan asam lambung, kanker, gagal ginjal, dan lain-lain.

Beberapa jenis penyakit dan terapi yang dijalani memiliki efek samping mulut kering, berkurangnya air liur, serta menurunnya kemampuan indera pengecap. Sehingga bakteri di dalam mulut akan lebih cepat berkembang dan menimbulkan aroma tidak sedap.

Pada pengidap diabetes, proses penguraian zat lemak akan meninggalkan zat sisa berupa keton. Kelebihan keton akan dikeluarkan melalui urine dan paru-paru. Itulah mengapa napas beberapa pengidap diabetes berbau seperti aseton.

Tentu saja diperlukan upaya penyembuhan pada penyakit utamanya terlebih dahulu untuk mengatasi bau mulut yang disebabkan penyakit ini. Jika kamu atau ada anggota keluarga yang mengalami penyakit tersebut, sebaiknya fokus untuk menyembuhkan penyakitnya. Sambil mengurangi masalah bau mulut dengan tetap menjaga kebersihan mulut dan gigi.

5. Berpuasa

Berpuasa juga dapat menimbulkan aroma napas tidak sedap. Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa mulut yang kering dapat menyebabkan bau mulut, demikian halnya ketika kita sedang berpuasa.

Selama berpuasa, kita tidak dapat rutin mengonsumsi air putih untuk menjaga mulut supaya tidak kering. Namun kita bisa tetap berupaya mengurangi bau mulut selama berpuasa. Ada beberapa cara mengatasi bau mulut saat puasa dan tips napas segar sepanjang hari yang bisa kita ikuti. Selengkapnya dalam pembahasan berikutnya.

Cara Agar Napas Segar Bebas Bau Mulut Saat Puasa

Tidak dapat dipungkiri bahwa mulut orang yang berpuasa cenderung akan lebih beraroma tidak sedap dari biasanya. Bahkan salah satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari  menyebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi dari bau misik (parfum) bagi Allah.

Meskipun demikian, bukan berarti kita boleh mengabaikan bau mulut tersebut. Melansir NU Online, yang dimaksud hadits tersebut adalah pahala orang yang berpuasa lebih besar dan disukai Allah dibandingkan orang yang menggunakan misik pada sholat Jumat atau hari raya. Oleh karenanya kita dianjurkan tetap menjaga kebersihan mulut dan gigi dan menerapkan cara mengatasi bau mulut saat puasa.

Berikut beberapa tips napas segar sepanjang hari walaupun sedang berpuasa yang bisa diikuti.

1. Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi

Menjaga kebersihan mulut dan gigi selama berpuasa merupakan salah satu kunci penting untuk mengatasi bau mulut. Pastikan kamu membersihkan gigi menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat halus serta pasta gigi yang mengandung fluoride.

Bersihkan mulut dan gigi secara rutin dua kali sehari yaitu menjelang tidur dan setelah makan sahur. Setelah menyikat gigi, jangan lupa untuk membersihkan lidah dengan alat khusus pembersih lidah. Lebih baik lagi jika kamu melengkapinya dengan berkumur menggunakan mouthwash yang bebas alkohol.  

2. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Tubuh kita tetap membutuhkan asupan cairan yang cukup walaupun sedang menjalani ibadah puasa. Cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa yaitu dengan mengatur konsumsi air putih selama waktu sahur dan berbuka puasa.

Asupan air minum sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan menjaga mulut agar tidak terlalu kering selama seharian berpuasa. Setidaknya kamu perlu minum 8 gelas setiap hari. Kamu bisa mengatur waktunya dengan minum 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka puasa, 2 gelas air setelah makan malam, serta 2 gelas air menjelang tidur.

Minum air putih dan rutin konsumsi sayur dan buah adalah salah satu

3. Konsumsi Sayuran dan Buah Segar 

Salah satu cara mengatasi bau mulut saat puasa adalah dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan segar saat sahur dan berbuka puasa. Sayur dan buah mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu meningkatkan produksi air liur dan mencegah bau mulut.

Pada pola makan food combining, buah-buahan segar dianjurkan dikonsumsi secara eksklusif saat makan sahur tanpa disertai makanan lainnya. Pola makan ini terbukti membuat tubuh lebih segar, tidak mudah mengantuk, dan napas segar sepanjang hari selama berpuasa.

4. Hindari Makanan Penyebab Bau Mulut

Sungguh kurang nyaman jika selama berpuasa seharian kita merasakan aroma napas tidak sedap akibat mengonsumsi makanan penyebab bau mulut. Dikhawatirkan kondisi tersebut membuat kita sulit berkonsentrasi saat beribadah dan mengganggu orang lain yang berinteraksi dengan kita.

Alangkah baiknya jika sementara waktu kita menghindari konsumsi makanan penyebab bau mulut. Jika memang harus mengonsumsi makanan tersebut karena alasan tertentu, upayakan untuk mengimbanginya dengan makanan lain dan segera membersihkan gigi dan mulut untuk mengurangi aroma tidak sedap yang ditimbulkan.

Menjaga nafas segar selama berpuasa dapat dilakukan dengan cara-cara yang mudah dan sederhana, bukan? Penting untuk menjaga pola makan sehat dan teratur, mengurangi konsumsi makanan penyebab bau mulut, serta menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Dengan mengikuti tips nafas segar yang telah dijelaskan, kita dapat mengatasi bau mulut selama berpuasa dan menjaga kesehatan mulut dan gigi yang baik. Jadi, jangan ragu untuk mengambil tindakan pencegahan ini serta menjaga kesehatan selama berpuasa.

TAGS
#cara mengatasi bau mulut saat puasa #gigi berlubang bikin bau mulut #kebersihan mulut dan gigi #makanan penyebab bau mulut #penyebab bau mulut dan cara mengatasinya