Artikel

Gap Year Seperti Maudy Ayunda? Intip Tipsnya di Sini!

gap year ala Maudy Ayunda

Hal yang Bisa Dilakukan Saat Gap Year Seperti Maudy Ayunda

Gap year terkadang menjadi hal yang memalukan bagi sebagian orang. Namun ternyata, tidak ada salahnya melakukan gap year karena ada manfaat tersendiri. Bahkan seorang artis terkenal seperti Maudy Ayunda yang kisah suksesnya lulus dari perguruan tinggi ternama di dunia ternyata pernah mengambil gap year.

Maudy Ayunda yang berprestasi ternyata pernah ambil gap year

Apa Itu Gap Year?

Istilah gap year memang sudah menjadi kata umum yang diketahui oleh siswa SMA di Indonesia. Banyak orang yang juga memilih untuk melakukan gap year, walaupun memang masih kurang umum. Sebenarnya apa maksud dari gap year?

Gap year adalah istilah untuk siswa yang mengambil waktu kosong atau jeda sebelum memasuki perguruan tinggi. Atau bisa juga disimpulkan bahwa gap year adalah saat dimana siswa menunda waktu untuk belajar di jenjang pendidikan perguruan tinggi. Salah satu alasan mengapa siswa mengambil gap year adalah karena menunggu untuk kesempatan mendapatkan perguruan tinggi yang diinginkan.

Ketika kamu ingin memutuskan untuk melakukan gap year, maka kamu benar-benar harus memikirkan dengan matang. Jangan sampai kamu melakukan gap year tapi tanpa disertai rencana dan persiapan yang matang.

Gap year perlu berpikir dengan pertimbangan matang
Mengambil gap year pun perlu pertimbangan matang

Alasan Memilih Gap Year

Gap year adalah pilihan siswa. Namun alasan dibalik keputusan ini memang sangat variatif. Banyak faktor yang menjadi alasan mengapa siswa memilih untuk mengambil gap year. Berikut adalah beberapa alasannya.

  1. Belum Mendapatkan Jurusan dan Kampus Impian

Terkadang karena belum mendapatkan jurusan dan kampus yang diinginkan, maka siswa lebih memilih untuk melakukan gap year. Masa gap year adalah waktu dimana mereka akan menyiapkan diri baik secara mental, materi, dan fisik untuk bisa meraih impian mereka.

  1. Memilih Studi Ke Luar Negeri

Untuk kamu yang memilih untuk melanjutkan studi ke luar negeri, pasti sudah paham bahwa ada banyak hal yang harus dipersiapkan, terutama bila kamu mengincar kampus di Eropa. Harus ada proses persiapan panjang yang dijalani.

Dalam masa gap year ini biasanya siswa akan menyiapkan berbagai dokumen dan juga belajar bahasa asing. Ketika nantinya mendekati pendaftaran, maka siswa sudah siap.

  1. Masalah Finansial Keluarga

Salah satu faktor lain yang memicu gap year adalah alasan finansial. Bila siswa berasal dari keluarga yang kurang beruntung, biasanya setelah lulus tidak bisa langsung kuliah. Hal ini disebabkan karena keuangan keluarga belum mampu untuk membiayai. Oleh karena itu mereka akan sambil bekerja untuk menyiapkan dana kuliah.

  1. Menjernihkan Pikiran

Ada juga siswa yang memutuskan untuk mengambil gap year karena ingin menenangkan pikiran sebelum bisa menghadapi dunia kampus. Hal ini bertujuan agar siswa bisa lebih serius dan siap saat berkuliah.

Bekerja freelance bisa menjadi pilihan saat mengambil gap year karena masalah finansial

Kegiatan Selama Gap Year

Selama gap year, kira-kira kegiatan apa saja yang bisa dilakukan? Beberapa orang menganggap bahwa gap year adalah hal yang memalukan serta membuang umur karena akan terlambat kuliah. Padahal kenyataannya gap year adalah waktu dimana seseorang benar-benar bisa menentukan apa yang ia mau.

Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan selama gap year? Berikut beberapa pilihannya.

  1. Belajar Skill Baru

Waktu satu tahun harus kamu manfaatkan dengan baik. Kamu bisa belajar skill baru yang tentunya akan mendukung studi dan karir kamu di masa depan. Contoh skill yang bisa kamu pelajari adalah content writing, desain grafis, digital marketing, dan masih banyak lagi. Kamu tidak perlu banyak biaya untuk ini karena kamu bisa memanfaatkan pembelajaran online dari internet.

  1. Bekerja Freelance

Momen gap year bisa kamu gunakan untuk menambah penghasilan serta pengalaman. Dengan melakukan pekerjaan freelance, pastinya tidak akan menyita terlalu banyak waktumu. Kamu bisa belajar untuk mempersiapkan kuliah. Selain itu, dengan bekerja freelance, kamu bisa mendapat uang dan belajar skill baru dalam pekerjaan yang kamu geluti

  1. Melakukan Hobi

Saat menempuh studi, terkadang kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk bisa menjalankan hobi. Gap year adalah saat yang tepat untuk bisa menyalurkan hobimu. Kamu bisa melakukan berbagai hal yang kamu suka. Selain bisa mengurangi stress, hobimu juga bisa menghasilkan uang, misalnya memasak atau fotografi.

  1. Mengikuti Kegiatan Volunteer

Kamu juga bisa aktif di kegiatan volunteer sesuai dengan bidang yang kamu minati. Selain bisa terjun langsung, kamu juga bisa memilih opsi sebagai volunteer via online.

Gap Year jadi Volunteer? Why Not!
Gap year jadi Volunteer? Why Not!

Pengalaman Gap Year Maudy Ayunda

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ternyata Maudy Ayunda pernah menjalani gap year sebelum menjalani studi di University of Oxford. Berita ini disampaikan langsung oleh ibunda Maudy Ayunda.

Alasan utama sang ibunda menahan keinginan Maudy adalah karena saat itu buah hatinya masih berusia 17 tahun dan terasa berat untuk melepas studi ke luar negeri. Di kala itu, Mauren, sang ibunda memberi pilihan untuk Maudy Ayunda yaitu menunggu satu tahun untuk bisa kuliah di luar negeri atau kuliah di tahun yang sama namun di universitas yang ada di Indonesia. Karena keinginan untuk kuliah di Oxford sangat kuat, maka ia memutuskan untuk ambil gap year.

Selama masa gap year, Maudy tetap bisa produktif. Hal ini bisa dilihat dari proyek yang ia ambil seperti syuting film Perahu Kertas sekaligus mengisi soundtrack untuk film tersebut. Mama menuturkan bahwa Maudy selalu terlihat positif.

Walaupun berat hati, akhirnya Mama Maureen melepas Maudy Ayunda untuk kuliah di jurusan PPE (Politics, Philosophy, and Economics) di University of Oxford. Sisi positif yang diperoleh adalah Maudy menjadi lebih mandiri dan bisa mengambil keputusan sendiri. Dengan berkuliah di negeri orang, Maudy juga bisa menjadi lebih dewasa dalam berbagai hal.

Perjalanan Maudy Ayunda Kuliah Di Luar Negeri

Selain berkuliah di University of Oxford, Maudy juga telah menamatkan pendidikan S2 di Stanford University melalui jalur beasiswa LPDP. Ia bisa lulus dalam kurun waktu 2 tahun di 2 jurusan yaitu Administrasi Bisnis dan Pendidikan. Tentu saja ini merupakan pencapaian yang fantastis.

gap year Maudy Ayunda dipersiapkan dengan matang hingga mendapat beasiswa
Maudy Ayunda memiliki persiapan kuliah di luar negeri

Persiapan Kuliah Di Luar Negeri

Beberapa dari kamu pasti terinspirasi dari kisah Maudy Ayunda dan ingin mencoba untuk kuliah di luar negeri. Namun tidak bisa dipungkiri, ada juga yang masih merasa minder dan takut karena merasa bahwa tinggal di luar negeri akan cukup merepotkan karena harus beradaptasi dengan berbagai macam hal yang baru.

Tentu saja harus ada berbagai persiapan yang harus kamu lakukan. Apa saja persiapan itu? Berikut ulasan lengkapnya.

  1. Punya Alasan Kuat

Salah satu hal yang perlu kamu persiapkan terlebih dahulu sebelum hal-hal lain adalah menanyakan pada dirimu sendiri, apa alasan kamu ingin kuliah di luar negeri. Tanyakan juga pada diri sendiri, apakah kamu benar-benar siap dengan konsekuensi hidup sendiri disana? Bila alasanmu sudah bisa dinilai cukup kuat, barulah kamu bisa melanjutkan keputusan yang telah kamu buat, yaitu berkuliah di Luar Negeri. 

  1. Buat Rencana Kuliah

Sebelum memutuskan untuk kuliah di luar negeri, kamu harus membuat rencana kuliahmu sendiri. Catat apa saja yang kamu butuhkan disana. Salah satu langkah awal dalam menentukan rencana ini adalah menentukan negara tujuan.

Dengan ini, kamu bisa melakukan persiapan untuk belajar bahasa di negara tersebut. Kamu bisa membeli buku, ikut kursus, atau belajar secara otodidak dari sumber yang ada di internet. Tidak lupa pula kamu harus merencanakan program dan universitas pilihan kamu. Coba cari tahu tentang segala informasi penting tentang hal-hal tersebut.

  1. Paham Budaya Hidup

Tinggal di luar negeri pasti sangat berbeda ketika tinggal di Indonesia. Hal pertama yang harus kamu tahu adalah tentang musim dan suhu disana. Ini akan sangat berpengaruh apalagi bila negara tujuanmu memiliki 4 musim. Dengan ini kamu juga bisa mulai menyiapkan pakaian yang cocok.

Selain persiapan musim dan pakaian, kamu juga perlu paham tentang budaya perkuliahan disana, terutama tentang situasi kelas, pelajaran yang umumnya menggunakan bahasa Inggris, serta dosen.

  1. Perhitungkan Biaya

Akan ada banyak perbedaan yang kamu alami bila melanjutkan studi keluar, salah satunya adalah soal makanan. Ini juga tentu akan berdampak pada biaya yang harus kamu keluarkan. Jika kamu ingin tetap makan makanan khas Indonesia, kamu bisa membeli di pasar Asia yang menjual berbagai rempah.

Walaupun harganya relatif mahal karena harus menjalani proses ekspor, namun tentu ini akan mengobati kerinduanmu. Kamu juga bisa mencoba berbagai kuliner yang ada disana.

Kemampuan masak yang dipelajari saat gap year, sangat berguna saat kuliah jauh dari orang tua
  1. Mencari Beasiswa

Ketika kamu ingin kuliah di luar negeri, tentu kamu harus memikirkan soal biaya kuliah dan juga kehidupan disana. Salah satu opsi yang bisa kamu gunakan adalah kuliah memakai beasiswa.

Ada berbagai macam beasiswa yang tersedia, misalnya dari pihak universitas atau juga dari kedutaan suatu negara. Selain memikirkan tentang beasiswa, kamu juga harus memikirkan soal surat penerimaan universitas atau yang biasa disebut dengan Letter of Acceptance.

  1. Persiapan Tes Bahasa

Ini merupakan hal penting yang tidak boleh luput dari perhatian. Untuk kamu yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, terutama negara yang berbahasa Inggris, maka kamu harus mengambil TOEFL iBT atau IELTS.

Jika kamu berminat untuk melanjutkan kuliah ke negara non bahasa Inggris seperti Jerman dan Jepang, maka terkadang universitas meminta pendaftar untuk melampirkan sertifikat bahasa hingga level tertentu. Ada juga beberapa organisasi yang menyediakan fasilitas dimana kita bisa belajar bahasa negaranya.

  1. Cari Informasi Tentang Biaya Yang Murah

Ketika kamu sudah mencoba berbagai beasiswa namun belum juga mendapatkannya, kamu tidak perlu merasa berkecil hati. Kamu masih bisa memiliki opsi untuk mencari informasi mengenai biaya yang paling murah.

Ada 10 negara yang menawarkan kuliah murah yaitu Spanyol. Taiwan, Italia, Yunani, Jerman, Republik Ceko, dan Austria. Ada juga beberapa daerah nordik seperti Swedia, Finlandia, Norwegia, Islandia. Negara ini memiliki biaya yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan negara yang lain.

Menjalani gap year ternyata bisa memberikan manfaat. Buat kamu yang sekarang ini sedang menjalani gap year, kamu tidak perlu merasa kecil hati karena kamu juga akan bisa meraih impianmu. Kamu juga bisa berusaha sambil mempersiapkan banyak hal untuk meraih studi ke luar negeri. Karena sangat membutuhkan persiapan yang ekstra, namun tidak ada salahnya untuk mencoba. Tetap semangat menggapai mimpi! 

TAGS
#beasiswa #gap year #gap year seperti maudy ayunda #maudy ayunda #tips kuliah di luar negeri