Artikel

9 Persiapan Yang Perlu Dilakukan Untuk Switch Karier

Switch karier atau career switch merupakan keputusan besar yang semakin populer di dunia kerja yang semakin kompetitif saat ini. Tidak sedikit orang yang merasa jenuh dengan pekerjaan rutin dan ingin mencari peluang di pekerjaan baru.

Menariknya, fenomena career switch semakin marak terjadi di tengah pandemi. Survei EdX menunjukkan bahwa 32% pekerja berusia 22 hingga 44 tahun sedang mempertimbangkan switch karier. Sementara 29% di antaranya sudah melakukan perpindahan tersebut. 

Fakta ini sejalan dengan laporan The Washington Post yang menyebutkan bahwa satu dari tiga pekerja di Amerika yang berusia di bawah 40 tahun berkeinginan untuk beralih karier sejak awal pandemi. Pandemi memang mengubah dinamika pasar kerja dan gaya bekerja sehari-hari. 

Pentingnya aspek kehidupan di luar pekerjaan juga semakin terbuka, seiring banyaknya karyawan yang mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Faktor-faktor seperti fleksibilitas waktu, kemampuan untuk bekerja dari jarak jauh, dan fokus pada perkembangan pribadi menjadi pertimbangan utama bagi mereka yang berencana untuk beralih karier. 

Fenomena career switch lebih dari sekadar dorongan untuk mencari pekerjaan baru yang sesuai, tetapi juga upaya untuk mencapai kepuasan pribadi dalam berkarier. Apakah kamu termasuk orang yang ingin switch karier?

Sebelum memutuskan untuk beralih pekerjaan, penting untuk memahami segala aspek terkait career switch dan semua hal yang harus disiapkan. Termasuk menyiapkan dana darurat dan cara membuat surat resign yang baik agar networking tetap terjaga. Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Career Switch?

Melansir Indeed, pengertian career switch adalah aksi seseorang untuk mengejar posisi pekerjaan yang tidak berhubungan dengan lingkup karier posisi saat ini. Career switch tidak selalu berarti seseorang harus pindah perusahaan, tetapi bisa juga berpindah dari satu divisi ke divisi lain di perusahaan yang sama. 

Sebagai contoh, seorang karyawan yang awalnya bekerja di divisi marketing dapat memutuskan untuk berganti karier ke posisi human resources di perusahaan yang sama. Perubahan seperti ini mungkin membawa konsekuensi seperti penurunan posisi dan gaji.

CareerFoundry menyarankan bahwa risiko ini dapat diminimalkan dengan mengambil kursus-kursus online atau melanjutkan pendidikan formal untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan dalam karier baru. Hal ini dikarenakan seseorang perlu mempelajari sistem kerja dan keterampilan baru agar bisa efektif dalam peran barunya. 

Dalam fenomena career switch, seseorang tidak hanya beralih ke bidang yang berbeda, tetapi juga mengalami pergeseran posisi. Sebagai contoh, seseorang yang sebelumnya menjabat sebagai Manager HRD dapat mengalami penurunan posisi menjadi Assistant Manager setelah melakukan career switch ke divisi lain. 

Para karyawan yang merasa bahwa pekerjaan mereka terlalu monoton sering kali terdorong untuk switch karier dengan mencari posisi kerja yang lebih memotivasi. Namun, career switch tidak hanya sebatas pergantian posisi pekerjaan, melainkan juga melibatkan perpindahan secara keseluruhan pada bidang pekerjaan dan jenjang karier.

Contoh lainnya dari fenomena career switch adalah ketika seorang akuntan yang sudah memiliki pengalaman selama 5 tahun merasa jenuh dengan pekerjaannya. Maka dengan berbagai pertimbangan, ia memutuskan untuk mencari lowongan pekerjaan di bidang digital marketing. Hal ini mencerminkan perubahan tidak hanya pada tingkatan pekerjaan, tetapi juga dalam ranah keahlian dan minat pribadi.

Meski ada tantangan tersendiri, career switch membuka kesempatan untuk mencoba hal baru, belajar dari awal, dan menyesuaikan jam kerja. Peralihan ini dapat meningkatkan kepuasan dalam bekerja, serta target karier yang lebih sesuai dalam jangka panjang.

Langkah-Langkah Melakukan Switch Karier

Beralih ke pekerjaan baru dan meniti jalur karier yang lebih menjanjikan memerlukan keberanian dan pertimbangan matang. Bagaimana cara melakukan career switch dengan lancar dan efektif? 

Berikut langkah-langkah persiapan switch karier yang dapat kita jadikan panduan:

1. Persiapkan Dana Darurat

Menyiapkan dana darurat menjadi langkah penting ketika beralih karier. Pergantian pekerjaan seringkali membawa ketidakpastian finansial, terutama saat mencari peluang baru atau menjalani proses adaptasi dalam bidang yang berbeda. 

Dana darurat berperan sebagai penyangga finansial yang memberikan keamanan selama masa transisi. Ini memastikan kebutuhan dasar seperti biaya hidup dan tagihan tetap tercukupi tanpa beban keuangan yang berlebihan.

Cara menabung dana darurat dimulai dengan menentukan jumlah yang memadai untuk menutupi pengeluaran hidup selama 6 sampai 12 bulan. Rancang anggaran yang jelas untuk menetapkan seberapa banyak yang dapat disisihkan setiap bulan. 

Kemudian identifikasi area pengeluaran yang bisa dikurangi untuk meningkatkan kapasitas menabung. Penting untuk memisahkan dana darurat dalam rekening terpisah agar tidak tercampur dengan tabungan atau investasi lainnya. 

Dengan menjaga konsistensi menabung, kita menyiapkan dana yang cukup untuk melindungi kesehatan finansial sekaligus membentuk kebiasaan menabung yang berkelanjutan. Selama masa switch karier, prioritas tetaplah pada pengeluaran yang benar-benar penting. Sambil terus menyisihkan sebagian penghasilan untuk memperkuat kondisi finansial melalui dana darurat.

2. Evaluasi Kepuasan Pekerjaan Saat Ini

Evaluasi kepuasan kerja kita merupakan langkah penting dalam perencanaan perubahan karier. Lakukan refleksi mendalam terhadap aspek-aspek pekerjaan saat ini, termasuk tanggung jawab sehari-hari, hubungan dengan rekan kerja, dan dampaknya terhadap perkembangan profesional. 

Dengan menyusun catatan harian, kita dapat mengidentifikasi hal-hal apa saja yang kita sukai dan yang memberatkan terkait pekerjaan kita. Hal ini memberikan dasar pemahaman yang kuat tentang apakah kita benar-benar akan beralih ke pekerjaan baru atau tidak.

3. Ketahui Minat, Prinsip, dan Keterampilan yang Dimiliki

Langkah selanjutnya adalah memahami minat, nilai-nilai, dan keterampilan yang kita miliki. Tinjau pencapaian di masa lalu, baik dalam lingkup akademis maupun profesional. Identifikasi juga momen-momen keberhasilan di pekerjaan atau proyek-proyek yang telah kita rintis. 

Mengetahui kompetensi dan minat yang dimiliki akan membantu kita mengidentifikasi kekuatan dan peluang yang bisa diraih. Dengan memahami prinsip dan nilai-nilai pribadi, kita dapat menyelaraskan motivasi dengan tujuan karier yang ingin kita kejar.

4. Jelajahi Karier di Industri yang Berbeda

Untuk memahami opsi karier yang tersedia, kita perlu menjelajahi berbagai industri. Gunakan data statistik pekerjaan dan informasi gaji di internet untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang peluang di berbagai bidang. 

Diskusikan juga pilihan karier dengan orang-orang dalam jaringan kita dan minta pandangan mereka mengenai kecocokan kita dengan industri tertentu. Proses ini membantu kita menyusun daftar karier yang sesuai dengan minat dan keterampilan yang dimiliki.

5. Cari Peluang Pekerjaan Baru

Pencarian pekerjaan baru merupakan langkah krusial dalam switch karier. Teliti setiap peluang pekerjaan yang sesuai dengan profil dan minat kita. Selain melihat situs pencarian pekerjaan, kunjungi situs web perusahaan untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang budaya kerja, nilai-nilai perusahaan, dan tuntutan pekerjaan. 

mencari pekerjaan lain kadang diperlukan saat ingin switch karier

Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan profesional dalam industri tersebut melalui saluran-saluran networking yang telah kita bangun. Kita bisa mendapatkan wawasan langsung dari mereka yang telah sukses dalam perpindahan karier serupa. Bahkan, siapa tahu bisa membuka pintu peluang kerja yang tidak terduga.

6. Siapkan Surat Resign yang Baik

Dalam proses perubahan karier, langkah selanjutnya adalah menyiapkan surat resign yang baik dan profesional. Surat resign adalah alat komunikasi resmi yang menyampaikan keputusan kita untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. 

Cara membuat surat resign yang baik dapat mengikuti panduan berikut:

  • Jelaskan Alasan Pengunduran Diri secara Jelas: Sampaikan alasan pengunduran diri secara singkat dan jelas tanpa terlalu banyak detail. Hindari bahasa ambigu untuk mencegah potensi kesalahpahaman.
  • Sertakan Ucapan Terima Kasih: Ucapkan terima kasih atas peluang dan pengalaman yang diberikan oleh perusahaan. Ini menciptakan nuansa positif saat mengakhiri hubungan kerja.
  • Spesifik dalam Menentukan Tanggal Pengunduran: Tentukan dengan jelas tanggal efektif pengunduran diri, berikan periode pemberitahuan yang wajar, menunjukkan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang masih dijalani.
  • Buat Surat dengan Struktur yang Rapi: Atur surat resign dengan struktur yang rapi, termasuk pembuka, tubuh surat yang berisi alasan dan ucapan terima kasih, serta penutup dengan tanggal dan tanda tangan.
  • Hindari Unsur Negatif atau Kritik Berlebihan: Hindari menyertakan kritik berlebihan atau unsur negatif terhadap perusahaan, atasan, atau rekan kerja. Pilih kata-kata dengan bijak untuk menjaga hubungan profesional.

Sangat penting untuk meninggalkan perusahaan dengan cara yang baik dan menjaga hubungan profesional. Dengan memberikan akhir yang positif dan sopan, kita dapat meninggalkan kesan baik dan tetap menjaga networking dengan perusahaan.

7. Buat Rencana Tindakan

Rencana tindakan adalah peta jalan yang membimbing kita menuju perubahan karier yang diharapkan. Tentukan langkah-langkah konkret yang akan diambil, termasuk pendidikan lanjutan, sertifikasi, dan pengembangan keterampilan yang diperlukan. 

Sertakan juga target waktu yang realistis untuk mencapai setiap tujuan. Rencana ini tidak hanya memberikan arah, tetapi juga membantu kita mengelola ekspektasi diri dan mempersiapkan transisi karier dengan lebih baik.

8. Perbarui Identitas Profesional

Rebranding diri menjadi penting ketika kita mempersiapkan switch karier. Perbarui resume dengan merinci pencapaian terkini dan keterampilan yang relevan dengan tujuan pekerjaan baru kita. Sertakan portofolio atau proyek-proyek yang menonjolkan kemampuan kita saat ini. 

Selain itu, perbarui juga profil LinkedIn atau platform profesional lainnya dengan menambahkan informasi terbaru dan menyelaraskan profil dengan fokus karier yang baru. Ini membantu membangun citra yang konsisten dan menarik perhatian perekrut atau pemberi kerja potensial. 

Pastikan bahwa kontak atau informasi yang tertera di berbagai platform mencerminkan identitas profesional yang baru. Sehingga memberikan kesan yang profesional di mata industri yang kita tuju. 

9. Bangun Networking

Proses membangun networking sangat mendukung proses switch karier. Hubungi profesional dalam industri yang kita incar dan lakukan wawancara informal. Pertanyaan terbuka dapat membuka pintu diskusi yang informatif. 

Selain itu, networking juga dapat memberikan wawasan tentang cara diterima dengan baik oleh rekan kerja dan atasan di pekerjaan baru, mengingat industri yang berbeda bisa jadi memiliki budaya kerja tersendiri. Networking yang efektif dapat membantu kita memahami lebih baik pekerjaan baru dan memperluas peluang untuk meniti karier yang diinginkan.Jadi, gimana? Sudah siap untuk switch karier? Dengan berani mengejar impian dan melakukan persiapan matang, kita dapat membuka peluang pekerjaan baru dengan optimisme yang tinggi. Bagaimanapun bentuknya, career switch adalah proses menantang yang memperkaya pengalaman dan membawa kita pada tahap baru dalam pengembangan karier.

TAGS
#cara membuat surat resign yang baik #dana darurat #networking #pekerjaan baru #switch karier