Artikel

Ini Alasan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Generasi Muda 

literasi keuangan generasi muda

Generasi muda, seperti kaum milenial atau generasi Z mulai dihadapi dengan masalah keuangan. Mengatur keuangan memang susah-susah gampang. Jika berhasil mengelola keuangan dengan baik rasanya separuh permasalahan hidup bisa selesai ya. Lantas, apa yang membuat generasi muda kesulitan dalam mengatur keuangan? Masalahnya ada pada kemampuan literasi keuangan anak muda. 

Kata literasi selama ini dipahami sebagai ukuran untuk melihat sejauh mana kemampuan membaca seseorang. Padahal yang dimaksud literasi cakupannya bisa luas, tergantung kecakapan pada bidang apa. Salah satunya dalam bidang keuangan ada yang disebut dengan literasi finansial atau sering disebut juga literasi keuangan. 

Apa itu Literasi Keuangan?

Berdasarkan surat edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, yang mempengaruhi sikap dan perilaku saat mengambil keputusan dan mengelola keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Secara sederhana literasi keuangan bisa diartikan sebagai kemampuan memahami konsep dasar tentang menabung, menghasilkan, meminjam, berinvestasi dan melindungi uang milikmu dengan bijak.

Jadi sebetulnya literasi finansial merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Supaya dapat mengatur keuangannya dengan baik dan mencapai kemandirian secara finansial. Namun, sayangnya di era yang serba digital dan modern ini, tingkat literasi masyarakat Indonesia terbilang lebih rendah dibanding negara lain.

Dilansir dari liputan6.com literasi keuangan masyarakat Indonesia masih rendah, hanya 38 persen. Kemudian dalam skala 0 sampai 5, tingkat literasi keuangan orang Indonesia ada di angka 3,49. 

Hal ini menunjukkan kalau masyarakat Indonesia belum memahami bagaimana cara yang baik dalam mengelola keuangan. Sehingga memunculkan permasalahan keuangan yang mempengaruhi kualitas hidup warga Indonesia. Seperti terlilit hutang, tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, kena tipu, dan permasalahan lainnya. 

Alasan Literasi Keuangan Penting bagi Generasi Muda

Sebagai generasi muda yang menjadi penerus kelangsungan hidup masa depan, mereka perlu menguasai berbagai macam skill untuk dapat bersaing secara global. Salah satunya adalah literasi keuangan. 

Dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economy Forum) tahun 2015 menyebutkan tentang keterampilan abad ke-21 yang sebaiknya dimiliki oleh warga di dunia. Keterampilan tersebut di antaranya literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Untuk kemampuan literasi, masyarakat global diharuskan menguasai enam literasi dasar, mulai dari literasi membaca, angka, teknologi, budaya dan kewarganegaraan, serta yang terakhir literasi finansial.  

Jika literasi finansial atau literasi keuangan di kalangan anak muda tidak ditingkatkan, maka anak-anak muda Indonesia akan tertinggal dalam mengikuti perkembangan dunia. Sehingga sulit untuk mereka  bisa bersaing secara global.

Selain itu, literasi keuangan juga memberikan banyak manfaat yang akan kamu rasakan. Karena kemampuan ini mempengaruhi kamu dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat. Berikut ini beberapa manfaat dari literasi keuangan:

  • Tidak terjebak perilaku konsumtif

Dengan mempunyai literasi keuangan yang baik, kamu bisa mengatur keuangan pribadi dengan benar. Tahu apa saja kebutuhan yang harus lebih dulu dipenuhi. Baru setelah itu memenuhi keinginan. 

Jika tidak bisa membedakan mana yang jadi kebutuhan dan mana yang jadi keinginan, kamu akan terjebak dengan perilaku konsumtif. Membuat kondisi keuanganmu tidak stabil. Serta sulit menyisihkan tabungan untuk dana darurat atau kebutuhan di masa depan. 

  • Tidak mudah tertipu

Tingkat literasi keuangan yang rendah membuat seseorang rentan mengalami penipuan dan akhirnya menanggung kerugian yang tak sedikit. Banyak investasi bodong dan pinjol yang justru menyeret orang-orang ke dalam kasus keuangan. Membuat orang bankrut dan akhirnya terlilit hutang. 

  • Membangun masa depan 

Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, orang akan memiliki kemampuan tata kelola keuangan yang baik. Sehingga penghasilan yang didapat bisa dipersiapkan juga untuk membangun masa depan. Misalnya melalui tabungan dan investasi. 

Orang dengan literasi yang tinggi tahu harus diapakan harta kekayaan yang dimiliki, agar kualitas hidupnya meningkat. Serta masa depannya terjamin 

literasi keuangan dibutuhkan untuk dapat mengelola pemasukan

6 Hal dalam Literasi Keuangan yang Harus Dipahami

Terdapat enam ruang lingkup dalam literasi keuangan yang seharusnya dipahami oleh semua orang. Enam hal ini merupakan pemecahan tentang poin apa saja yang mesti dipahami seseorang untuk meningkatkan literasi finansial. Enam hal tersebut meliputi:

  • Beragam jenis transaksi ekonomi 

Perkembangan teknologi mempengaruhi cara orang bertransaksi. Dalam jual beli barang dan jasa, kini orang tidak hanya menggunakan metode pembayaran tunai. Banyak jenis transaksi lain yang bermunculan, seperti transfer, debit, kredit, e-money, QRIS, e-wallet, paylater, dan lain sebagainya. 

Diharapkan masyarakat bisa memahami berbagai jenis transaksi baru. Bahkan mampu menggunakan metode transaksi tersebut dengan sangat baik. Semestinya untuk anak-anak muda cara ini tidak cukup sulit, karena mereka sudah terbiasa melakukannya dalam kegiatan sehari-hari. 

  • Sumber daya ekonomi (earning)

Dalam ruang lingkup sumber daya ekonomi ada dua aspek. Pertama, Sumber Daya Alam (SDA), yaitu bagaimana orang dapat mengenali potensi dari SDA yang tersedia dan mengubahnya menjadi produk yang dapat menghasilkan. Sehingga meningkatkan kesejahteraan hidup.

Kedua Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu berkaitan dengan profesi atau mata pencaharian yang membuat seseorang bisa mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan dasar.

  • Konsep belanja (spending)

Dalam konsep belanja, seseorang harus bisa menggunakan uangnya secara bijak. Hal yang mendasar ialah bisa menyusun skala prioritas mulai dari kebutuhan primer, sekunder, dan juga tersier. 

Kamu juga harus bisa membuat rencana atau anggaran belanja untuk tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Serta menjadi konsumen cerdas yang mampu membandingkan harga dan kualitas barang atau jasa yang didapat. 

Di era ekonomi digital, memiliki kemampuan berbelanja secara online juga sangat membantu. Berbelanja online dengan segala kemudahannya bisa membawa seseorang menjadi lebih hemat atau lebih boros.

  • Konsep menyimpan (saving)

Konsep menyimpan ini berkaitan dengan menabung, asuransi, dan investasi. Orang yang memiliki literasi keuangan yang baik, tahu pentingnya menyisihkan penghasilan untuk ketiga hal tersebut. 

Fungsinya yaitu untuk menyiapkan biaya di masa depan seperti saat terserang sakit, biaya pendidikan, dan untuk dana darurat bila terjadi sesuatu. Jika tidak memiliki dana simpanan, maka orang akan mengalami kesulitan di masa yang akan datang.  

  • Konsep berbagi (sharing)

Konsep berbagi ini berkaitan dengan kewajiban yang harus dipenuhi seorang warga negara yang patuh, yaitu pajak. Meningkatkan literasi keuangan juga berarti meningkatkan pemahaman seseorang mengenai kewajiban membayar pajak. Pajak apa saja yang harus dibayar, apa saja yang terkena pajak (objek pajak), dan seperti apa cara membayar pajak. 

Sharing juga berkaitan dengan kegiatan berdonasi atau bederma. Sebagai orang Indonesia sebetulnya aspek yang satu ini sudah tertanam di dalam diri sejak kecil dan diajarkan dalam agama. Kebiasaan baik berbagi dengan sesama memiliki fungsi sosial. Karena dengan berbagi kamu juga membantu kehidupan orang lain. 

  • Kejahatan finansial 

Selain kemampuan mengelola keuangan, literasi keuangan juga berkaitan dengan pemahaman orang tentang kejahatan finansial. Seperti korupsi, suap, investasi bodong, dan jenis penipuan lainnya. Harapannya, orang yang literat bisa menjaga dirinya dari kejahatan di bidang ekonomi. Mencegahnya melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan banyak orang.  

Indonesia masih punya PR besar dalam upaya pemberantasan korupsi. Jika melihat dari indeks persepsi korupsi tahun 2021, Indonesia ada di peringkat 96 dari 180 negara, dengan skor 38 dari 100. Selain itu masalah investasi bodong dan penipuan berkedok pinjaman online  juga masih sering kita temukan di masa sekarang. Di mana seharusnya bisa dicegah, karena orang lebih mudah mengecek kebenaran dengan tersedianya informasi dan teknologi. Berarti masalahnya ada pada literasi finansial yang kurang.

Cara Meningkatkan Literasi Keuangan

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan literasi dalam dunia finansial. Berikut ini cara-caranya:

  • Mencari Sumber Belajar 

Cobalah bangun pandangan kalau keuangan adalah pelajaran seumur hidup. Carilah sumber belajar untuk memahami keuangan. Bisa dari buku, website, akun media sosial seorang ahli keuangan, channel youtube, dan podcast. Kamu bisa mulai dari hal yang mendasar seperti perencanaan keuangan. Serta tips dan trik untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran.

Kamu juga bisa mulai belajar tentang investasi. Jenis-jenis investasi apa saja yang bisa dicoba, misalnya investasi emas, properti, investasi saham, dan jenis lainnya. Mempelajari hal ini akan sangat berguna untuk kamu dalam mempersiapkan masa depan.

  • Mulai membuat budgeting dan rencana keuangan sederhana

Tidak ada gunanya materi jika tidak dipraktikkan. Setelah tahu seperti apa cara membuat perencanaan keuangan, mulai terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Susun budgeting setiap bulan. Bagi uangmu untuk pengeluaran rutin, tabungan, dan hiburan. Catat juga pengeluaran setiap hari, supaya kamu bisa tahu kemana uangmu selama ini dipakai. 

Lihat perbandingan pemasukan dan pengeluaran. Tentukan juga apa saja kebutuhan rutin setiap bulan. Jika dirasa pengeluaran lebih besar dari pemasukan, itu berarti kamu harus pilih mana yang jadi prioritas. Atau mulai mencari peluang lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Passive income bahkan bisa membuatmu pensiun dini dari pekerjaan dan merintis bisnis impian. 

  • Konsultasi dengan pakar personal finance 

Cari pertolongan pakar jika ternyata kondisi finansialmu cukup semwarut. Kamu bisa mencari ahli personal finance yang akan membantu dan memberikan saran bagaimana seharusnya kamu mengelola keuangan. 

Pakar personal finance juga akan sangat membantu ketika kamu mengalami kesulitan finansial. Misalnya memiliki masalah hutang, punya rencana besar tapi bingung bagaimana menyiapkan dananya, dan permasalahan keuangan lainnya. 

literasi keuangan sangat dbutuhkan milenial dan generasi z

Jadi Investor Muda 

Investasi mulai marak dan jadi perbincangan kaum muda beberapa tahun terakhir. Apalagi didorong dengan bermunculannya fintech dan layanan digital perbankan yang menarik bagi kaum muda. Memancing antusiasme generasi muda untuk berinvestasi.

Hal ini tentu jadi kabar baik untuk peningkatan literasi finansial. Namun sebelum mulai terjun ke dunia investasi, pahami dulu apa sebenarnya yang dimaksud investasi. 

Dilansir dari OJK, Investasi adalah penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan

Kemudian yang dimaksud saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha pada suatu perusahaan atau perseroan terbatas. 

Jika kamu mau berinvestasi bisa mulai dengan reksadana yang lebih cocok untuk pemula dan terjamin keamanannya. Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, yang akan menginvestasikan dana investor ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. 

Reksadana saham cocok untuk tujuan jangka panjang, karena memberikan imbal hasil (return) yang tinggi. Dana dari hasil reksadana saham bisa dipakai untuk membeli rumah, biaya pendidikan anak, dan keperluan lain yang membutuhkan dana dalam jumlah besar. 

Meski begitu sebelum mulai berinvestasi, literasi keuangan tetap menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda. Agar milenial dan juga generasi Z bisa menyiapkan kehidupan sejahtera dan dapat bersaing secara global. Yuk mulai belajar soal keuangan!

TAGS
#generasi muda #generasi z #investasi #literasi keuangan #milenial