Artikel

Yuk, Mari Kita Bijak Bermedia Sosial!

Bijak bermedia sosial merupakan suatu keharusan. Sebagaimana berinteraksi di dunia nyata, etika berkomunikasi juga perlu dijunjung tinggi ketika berselancar di dunia maya, baik kepada orang yang kita kenal langsung maupun kepada pengguna sosmed online lainnya secara keseluruhan. 

Ada beberapa jenis media sosial yang tersedia. Kita bisa menggunakannya untuk mengetahui aktivitas orang yang kita kenal, berkenalan dengan orang baru, serta mencari peluang penghasilan tambahan. 

Berdasarkan survei Kementerian Kominfo bersama Katadata Insight Center (KIC), alasan utama orang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebesar 78,6%. Sebanyak 64,3% responden mengatakan bahwa teman-teman dan orang yang dikenalnya juga menggunakan media sosial yang sama.

Sosmed online juga kerap digunakan untuk membagikan foto dan kegiatan yang sedang dilakukan. Namun perlu diingat, tidak semua data dan aktivitas pribadi bisa kita share di media sosial. Kita sebaiknya selalu menerapkan cara menjaga privasi di media sosial.

Mengapa ini penting? Seiring dengan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, beragam modus kejahatan siber atau cyber crime pun kian merebak. Kita perlu mengetahui jenis-jenis cyber crime dan cara menghindarinya.

Guna tetap aman dan nyaman ketika berinteraksi melalui sosmed online, pahami apa saja jenis media sosial, etika berkomunikasi di media sosial, dan cara menjaga privasi di media sosial agar terhindar dari macam-macam kejahatan siber.

Jenis-Jenis Media Sosial

Terdapat beberapa jenis media sosial yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna. Satu platform media sosial bisa jadi menyedia beberapa fitur sekaligus. Bahkan, kamu juga bisa memiliki akun media sosial di lebih dari satu platform.

Berikut jenis-jenis media sosial yang populer saat ini dan contohnya:

1. Social Networking

Jenis media sosial ini merupakan yang paling umum dan populer. Social networking memungkinkan pengguna untuk membuat profil pribadi, berinteraksi dengan pengguna lain, membagikan konten seperti foto, video, dan status, serta menjalin hubungan online

Contoh social networking antara lain Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn. Jenis media sosial ini menawarkan berbagai fitur seperti berbagi status, mengomentari dan menyukai postingan, mengirim pesan pribadi, serta membuat grup dan halaman komunitas.

2. Media Sharing Network 

Media sosial jenis ini memungkinkan pengguna untuk berbagi dan mengunggah konten multimedia seperti foto, video, dan musik. Contoh media sharing network di antaranya YouTube, TikTok, dan Flickr.

Media sosial ini menawarkan fitur untuk mengunggah, mengedit, dan membagikan konten multimedia kepada audiens yang luas. Pengguna juga dapat berinteraksi dengan konten orang lain melalui komentar, like, dan berbagi.

3. Discussion Forums

Discussion forums merupakan platform media sosial di mana pengguna dapat berpartisipasi dalam diskusi online mengenai berbagai topik tertentu. Pengguna dapat membuat posting atau thread untuk memulai diskusi dan orang lain dapat memberikan tanggapan dan komentar. 

Contoh platform discussion forums meliputi Reddit, Quora, dan Stack Exchange. Pada platform tersebut pengguna dapat menemukan komunitas yang berfokus pada topik khusus yang diminati dan berbagi pengetahuan.

4. Social Blogging Networks 

Jenis media sosial social blogging networks memungkinkan pengguna untuk membuat dan membagikan konten blog. Pengguna dapat menulis artikel, mengunggah foto, dan membagikan pemikiran kepada audiens. 

Contoh platform social blogging networks antara lain Blogger, Medium, Tumblr, dan WordPress.com. Platform tersebut memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menyampaikan pendapat, cerita pribadi, atau pengetahuan mereka melalui blog yang dapat diakses oleh pengguna lain.

5. Social Audio Networks

Social audio networks merupakan jenis media sosial yang fokus pada berbagi konten audio, seperti podcast dan musik. Platform seperti Clubhouse, Spotify (fitur Podcast), dan SoundCloud, memungkinkan pengguna untuk mendengarkan podcast, membuat dan mengunggah rekaman suara, serta berinteraksi dengan pembuat konten audio lainnya.

Pengguna dapat menemukan topik yang menarik, berpartisipasi dalam diskusi, atau sekadar menikmati konten audio yang telah dibagikan. Jenis media sosial ini memiliki penggemar tersendiri karena kontennya dapat dinikmati sambil melakukan aktivitas lainnya.

6. Live Stream Social Media 

Platform-platform live stream social media seperti Twitch, YouTube Live, dan Facebook Live, memungkinkan pengguna untuk menyaksikan siaran langsung acara, pertunjukan, atau game. Platform tersebut juga memungkinkan pengguna untuk membuat siaran langsung sendiri. Pengguna dapat berinteraksi dengan penyiar dan audiens melalui komentar, menyukai, dan berbagi siaran langsung.

7. Review Networks 

Jenis media sosial ini review networks adalah media sosial yang memberikan platform bagi pengguna untuk memberikan ulasan dan penilaian tentang produk, tempat, atau layanan tertentu. Contoh media sosial ini antara lain Yelp, TripAdvisor, dan Google Reviews. 

Platform review networks memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan pendapat dan pengalaman pribadi tentang restoran, hotel, toko, atau layanan lainnya. Pengguna dapat memberikan ulasan, memberikan penilaian bintang, dan berbagi pengalaman kamu dengan orang lain yang mungkin mencari rekomendasi atau informasi sebelum membuat keputusan.

Etika Berkomunikasi di Media Sosial

Etika berkomunikasi di media sosial sangat penting diterapkan guna memastikan interaksi dan penggunaan platform tersebut berlangsung dengan sopan, menghormati orang lain, dan menjaga keamanan data serta privasi. 

Etika berkomunikasi di media sosial antara lain:

  1. Gunakan Bahasa yang Santun

Saat berinteraksi di media sosial, penting untuk menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta menghormati orang lain. Hindari penggunaan kata-kata kasar, pelecehan, atau komentar yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Bersikaplah terbuka untuk mendengar dan mempertimbangkan sudut pandang orang lain dengan rasa hormat.

  1. Hargai Hasil Karya Orang Lain 

Saat berbagi konten atau menggunakan konten orang lain, penting untuk menghargai hak cipta dan penghargaan terhadap hasil karya orang lain. Jika kamu menggunakan konten orang lain, pastikan untuk meminta izin dan memberikan atribusi yang patut. Hindari melakukan tindakan plagiasi atau mengklaim konten orang lain sebagai milik pribadi.

  1. Saring Sebelum Sharing 

Sebelum membagikan konten atau informasi di media sosial, pastikan untuk memverifikasi kebenaran dan keaslian informasi tersebut. Banyak konten yang tersebar di media sosial bisa tidak valid, tidak akurat, atau bahkan hoaks. Melakukan pengecekan dan verifikasi sumber informasi sebelum membagikannya akan membantu mencegah penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan.

  1. Tidak Menyinggung SARA, Pornografi, dan Aksi Kekerasan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, terdapat beberapa hal yang dilarang diunggah di media elektronik, termasuk media sosial. Konten yang dilarang antara lain pencemaran nama baik, ujaran kebencian, perjudian, memanipulasi data, dan sebagainya.

Penting untuk menghindari penyebaran konten yang menyinggung atau melanggar prinsip-prinsip SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan). Selain itu, hindari membagikan atau mendukung konten pornografi dan aksi kekerasan. Mematuhi pedoman dan kebijakan platform terkait isu-isu ini merupakan cara menggunakan media sosial yang bertanggung jawab.

  1. Hindari Perdebatan 

Ketika berinteraksi di media sosial, terkadang kita akan berbeda pendapat dengan orang lain. Salah satu etika berkomunikasi yaitu dengan menghindari terjebak dalam perdebatan yang tidak konstruktif atau memicu konflik. 

Kalau kamu menemukan perbedaan pendapat, cobalah untuk tetap tenang, hormati sudut pandang orang lain, dan berusaha untuk berdiskusi secara terbuka dan dengan sikap yang membangun. Jika perdebatan menjadi tidak sehat atau menyakitkan, lebih baik menghentikannya dan menjaga suasana yang positif di platform media sosial.

Cara Menjaga Privasi di Media Sosial

Jagalah privasi dan keamanan pribadi dengan tidak terlalu mengumbar informasi pribadi di media sosial. Selalu berhati-hati dan waspada saat menggunakan media sosial, serta pertimbangkan untuk mengikuti pedoman privasi yang diberikan oleh platform-platform tersebut. 

Cara menjaga privasi di media sosial di antaranya:

  1. Atur Kata Sandi yang Kuat 

Pastikan kata sandi akun media sosial kuat dan unik. Gunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol, serta hindari menggunakan kata-kata yang mudah ditebak atau informasi pribadi. Selalu perbarui kata sandi secara teratur dan jangan gunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun.

  1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Aktifkan fitur verifikasi dua langkah (two-factor authentication) yang disediakan oleh platform media sosial. Dengan cara ini, kamu akan membutuhkan kode tambahan atau verifikasi melalui aplikasi ponsel selain kata sandi saat masuk ke akun media sosial. Hal ini menambah lapisan keamanan tambahan dan melindungi akun dari akses yang tidak sah.

  1. Sembunyikan Informasi Pribadi di Media Sosial 

Periksa dan perbarui pengaturan privasi di akun media sosial. Pastikan untuk mengatur pengaturan privasi sehingga hanya orang-orang yang kamu izinkan yang dapat melihat informasi pribadi seperti alamat email, tanggal lahir, atau nomor teleponmu. Batasi juga siapa yang dapat melihat dan mengomentari postinganmu.

  1. Logout Setelah Selesai Menggunakan Media Sosial

Selalu pastikan untuk logout dari akun media sosial setelah selesai menggunakannya, terutama jika kamu menggunakan komputer atau perangkat yang bersama-sama digunakan oleh orang lain. Ini akan mencegah orang lain mengakses akun kamu tanpa izin.

  1. Jangan Klik Tautan Sembarangan 

Hati-hati saat mengklik tautan yang dikirimkan kepada kamu melalui pesan pribadi atau komentar di media sosial. Jika tautan tersebut tidak dikenali atau mencurigakan, jangan mengkliknya. Tautan yang tidak aman dapat mengarahkan kamu ke situs phishing atau menyebabkan pengunduhan malware yang dapat mengancam privasi dan keamanan data.

Jenis-Jenis Cyber Crime dan Cara Menghindarinya

Di era digital yang serba terhubung ini, cyber crime menjadi ancaman serius bagi keamanan dan privasi kita. Dalam upaya melindungi diri, kita perlu memahami jenis-jenis cyber crime dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. 

Dari phising hingga hacking, mari kita jelajahi dunia kejahatan siber dan cari tahu bagaimana kita dapat melindungi diri kita secara online.

  1. Phishing

Phishing merupakan serangan siber dengan cara mengirimkan email palsu atau pesan instan dengan tautan yang mengarah ke situs web palsu yang terlihat seperti situs asli. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan berhati-hati dan tidak tergesa-gesa saat menerima email atau pesan yang mencurigakan. 

Pastikan untuk selalu memverifikasi keaslian email dan situs web dengan mengunjungi situs resmi secara langsung melalui browser. Dengan melakukan itu, kita dapat melindungi diri kita dari jebakan phishers yang ingin mencuri informasi sensitif kita.

  1. Carding

Carding adalah aktivitas kejahatan di dunia maya yang berusaha mencuri informasi kartu kredit kita atau melakukan transaksi ilegal menggunakan kartu kredit yang dicuri. Penjahat siber yang terlibat dalam carding mencari celah keamanan dalam sistem pembayaran dan menggunakan data yang dicuri untuk tujuan kriminal. 

bijak bermedia sosial diperlukan agar data diri tidak berpindah tangan pada pihak yang bermaksud jahat

Untuk menghindari carding, kita perlu melindungi informasi kartu kredit dengan hati-hati. Pastikan kita hanya memasukkan informasi kartu kredit pada situs web yang terpercaya dan menggunakan sambungan internet yang aman. Dengan menjaga kehati-hatian dalam bertransaksi online, kita dapat melindungi diri kita dari carding yang merugikan.

  1. Cracking

Cracking merupakan upaya untuk meretas sistem komputer atau jaringan dengan tujuan mendapatkan akses yang tidak sah. Para peretas seringkali menggunakan keahlian teknis mereka untuk menembus pertahanan sistem dan mencuri informasi rahasia atau menyebabkan kerusakan yang signifikan. 

Bagi kita, menghindari cracking berarti menghindari penggunaan perangkat lunak bajakan atau yang tidak resmi. Selain itu, pastikan kita selalu memperbarui perangkat lunak dengan patch keamanan terbaru yang dirilis oleh produsen. Dengan memperbarui perangkat lunak secara teratur, kita dapat memastikan sistem kita tetap aman dari serangan yang memanfaatkan kerentanan yang telah diperbaiki.

  1. Spoofing 

Spoofing merupakan salah satu bentuk penipuan siber dimana para penjahat siber mencoba untuk mengelabui kita dengan menyamar sebagai orang atau organisasi yang terpercaya. Mereka menggunakan alamat email atau nomor telepon palsu untuk mengecoh kita agar memberikan informasi pribadi atau melaksanakan tindakan tertentu yang dapat merugikan korbannya. 

  1. Hacking 

Hacking adalah istilah yang sering kita dengar dalam dunia siber. Para hacker menggunakan keahlian teknis mereka untuk meretas sistem komputer atau jaringan dengan tujuan mengakses, mengubah, atau mencuri informasi secara ilegal. 

Untuk melindungi diri dari hacking, aktifkan fitur verifikasi dua langkah jika tersedia untuk lapisan keamanan tambahan. Selalu perbarui perangkat lunak keamanan kita dengan patch terbaru untuk memastikan sistem kita terlindungi dari serangan siber. 

Bijak bermedia sosial sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Namun diperlukan kontrol diri yang baik agar tidak mudah terpancing emosi maupun tergiur iming-iming oknum tidak bertanggung jawab.

Setelah mengetahui jenis media sosial, etika berkomunikasi di media sosial, dan cara menjaga privasi di media sosial, kita bisa menerapkannya selama berselancar di dunia maya. Pastikan kamu dan orang lain yang berinteraksi denganmu tetap aman dan nyaman saat menggunakan sosmed online. Sehingga tercipta ekosistem yang baik dan sehat di manapun kita berada, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

TAGS
#Bijak bermedia sosial #cara menjaga privasi di media sosial #etika berkomunikasi #jenis media sosial #sosmed online