Artikel

7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental

Manfaat puasa Ramadan mencakup aspek yang sangat luas. Secara spiritual telah jelas disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits tentang manfaat puasa Ramadan yang bisa menghapus dosa dan meningkatkan ketaqwaan.

Para ahli kesehatan dan dokter ternama pun sejak lama telah melakukan penelitian tentang manfaat puasa Ramadan bagi tubuh manusia. Sudah tidak diragukan lagi bahwa puasa dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan secara fisik. 

Tapi, kamu sudah tahu belum? Puasa ternyata juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental, loh. Selain dapat meningkatkan rasa empati, ibadah puasa juga bisa menjadi salah satu cara mengurangi depresi.

Manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan mental ini perlu diketahui masyarakat luas. Apalagi masalah kesehatan mental di Indonesia bisa dibilang sangat memprihatinkan. Kementerian Kesehatan RI mencatat setidaknya ada 60 juta orang di Indonesia yang mengalami gangguan mental. 

Jumlah penderita gangguan mental tersebut mencapai 20% dari total 270 juta jiwa penduduk Indonesia. Ini artinya satu dari lima orang di Indonesia mengalami gangguan mental. 

Mirisnya, jumlah konselor atau psychiatry di Indonesia hanya sekitar 1000 orang. Sehingga perbandingannya satu orang konselor untuk melayani 250 ribu orang pasien gangguan mental. Karena ketimpangan ini, tidak heran jika banyak kasus gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani dengan semestinya.

Supaya jumlah penyintas gangguan mental semakin menurun, kita semua perlu lebih memperhatikan lagi masalah kesehatan mental diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Menjaga kesehatan mental merupakan suatu keharusan.

Bagaimana caranya? Salah satunya dengan berpuasa. Para ilmuwan telah melakukan penelitian terkait manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan mental. Merangkum dari berbagai sumber, berikut 7 manfaat puasa bagi kesehatan mental yang sangat penting untuk diketahui.

1. Manfaat Puasa untuk Mengurangi Stres dan Gangguan Kecemasan

Siapa saja bisa mengalami stres dengan penyebab yang bermacam-macam. Mulai dari masalah pekerjaan, hubungan pertemanan, drama rumah tangga, kesulitan ekonomi, dan sebagainya. Stres yang berlarut-larut dan tidak dirilis dengan baik bisa memicu gangguan kecemasan.

Orang yang mengalami gangguan kecemasan biasanya juga mengalami gejala fisik seperti cepat lelah, lemas, jantung berdebar, dan perasaan takut mati. Sehingga pada umumnya ada kekhawatiran berlebihan untuk melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan. Tidak sedikit orang yang mengira bahwa puasa akan menambah parah stres dan gangguan kecemasan yang dialami. 

Kenyataannya, puasa justru bermanfaat bagi kesehatan mental, termasuk mengurangi stres dan gangguan kecemasan. Melansir Liputan6, konsultan psikiater dari Burjeel Hospital Abu Dhabi yang bernama dr Nada Omer Mohamed Elbashir mengungkapkan sebuah penelitian yang membuktikan bahwa orang yang berpuasa mengalami perbaikan gejala kecemasan dan stres.

Puasa dapat menginduksi metabolisme keton serta memberikan efek anti-inflamasi yang berkontribusi pada pengurangan stres. Ada banyak penelitian yang menunjukkan peningkatan kadar serotonin dalam darah ketika seseorang berpuasa. Sebuah laporan menyebutkan bahwa orang yang berpuasa mengalami penurunan kelelahan pada minggu kedua puasanya.

2. Manfaat Puasa untuk Mengurangi Depresi

Selain bermanfaat untuk mengurangi stres dan kecemasan, para ahli juga mengungkapkan bahwa puasa efektif untuk mengurangi depresi. Tidak berlebihan jika puasa disebut sebagai salah satu cara mengurangi depresi.

Psikiater spesialis di International Modern Hospital Dubai yang bernama Farinaz Aghajan Nashtaei mengungkapkan bahwa puasa memberikan efek positif bagi kesehatan mental, termasuk untuk mengurangi depresi. 

Sebuah studi menyebutkan bahwa neuroplastisitas dapat meningkat selama seseorang berpuasa. Kondisi tersebut efektif mengurangi depresi. Puasa juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan memperlambat degenerasi saraf sehingga dapat mencegah demensia.

Dr Nada dari Burjeel Hospital Abu Dhabi menjelaskan berbagai riset yang menunjukkan peningkatan serotonin sebagai neurotransmitter yang bisa mengurangi depresi dan kecemasan pada orang yang berpuasa. Neurotransmitter adalah komponen kimia penting di otak yang memengaruhi suasana hati manusia.

3. Manfaat Puasa untuk Meningkatkan Rasa Empati

Manfaat puasa Ramadhan selanjutnya yaitu dapat meningkatkan rasa empati. Empati adalah kondisi mental yang memungkinkan seseorang merasa maupun mengidentifikasi dirinya dalam posisi pikiran dan perasaan yang dialami orang lain atau kelompok lain.

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada jurnal Appetite tahun 2018, terungkap bahwa puasa bermanfaat untuk meningkatkan rasa empati seseorang secara signifikan. Penelitian ini melibatkan responden yang melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Orang-orang yang biasa makan dan minum berkecukupan dilatih untuk menahan haus dan lapar saat berpuasa. Sehingga terbangun kesadaran dan rasa empati bahwa selama ini ada orang-orang yang merasakan haus dan lapar karena tidak memiliki cukup minuman dan makanan.

Perasaan orang yang terbiasa berpuasa akan menjadi lebih peka dalam melihat kesulitan orang lain. Bukan hanya soal makanan, rasa empati ini akan berkembang dan membawa perspektif baru dalam memandang kehidupan. 

4. Manfaat Puasa untuk Meningkatkan Rasa Syukur

Berpuasa juga dapat membantu meningkatkan rasa syukur. Saat berpuasa, kita akan membatasi asupan makanan dan minuman. Kita menjadi terlatih makan secukupnya dan tidak membuang makanan. Hal ini dapat membantu kita lebih menghargai makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. 

Tidak hanya tentang makanan, puasa juga bermanfaat untuk meningkatkan rasa syukur secara umum. Orang yang berpuasa dengan benar akan merasa empati dan lebih peka terhadap kesulitan orang lain. 

Di sisi lain kita juga akan lebih peka mensyukuri segala kemudahan yang kita rasakan. Puasa dapat membantu kita lebih berterima kasih dan bersyukur atas segala nikmat yang kita terima. Pada akhirnya, kesehatan mental lebih terjaga karena kita senantiasa bersyukur dan puas dengan apa yang dimiliki.

5. Melatih Kontrol Diri

Kamu merasa haus, tapi kamu menahan diri dan tidak menuruti hasrat ingin minum. Kamu lapar dan ingin makan, tapi kamu ingat sedang berpuasa sehingga menahan diri sampai waktu berbuka puasa.

Ada keinginan-keinginan yang bergejolak dan minta untuk dituruti. Seringkali dalam aktivitas sehari-hari kita terlalu memperturutkan keinginan-keinginan tersebut, sampai mengabaikan tujuan besar yang ingin dicapai.

Secara sadar atau tidak, puasa telah melatih kita untuk memegang kendali penuh atas tindakan yang dilakukan. Kita memiliki kekuatan dan tidak lagi diperbudak oleh keinginan. Puasa ternyata juga bermanfaat untuk melatih kontrol diri.

Keinginan untuk makan, minum, dan lainnya memang muncul, tapi kita bisa mengontrol diri karena memahami ada tujuan besar yang harus dicapai. Tujuan tersebut yaitu untuk beribadah dan meningkatkan ketaqwaan pada Tuhan. Setelah berhasil mengontrol diri selama berpuasa maka akan muncul kepuasan dan kepercayaan diri. Hal ini sangat baik untuk kesehatan mental secara keseluruhan.

6. Manfaat Puasa untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional berperan dalam mengarahkan emosi manusia ke arah yang positif, sekaligus mengendalikan emosi agar tidak terjerumus ke arah negatif. Dengan kecerdasan emosional manusia bisa mengendalikan hawa nafsu.

Kecerdasan emosional juga membantu kita mengatasi persoalan sulit sehingga bisa menemukan solusi dengan pikiran yang jernih. Sebagai contoh saat melihat anggota keluarga mengalami kecelakaan, kecerdasan emosional dapat membuat kita tidak mudah panik sehingga bisa segera memberikan pertolongan yang diperlukan.

Selain untuk melatih kontrol diri, puasa juga merupakan salah satu cara meningkatkan kecerdasan emosional. Saat berpuasa kita melatih kesabaran, menahan amarah, serta menjaga lisan agar hanya mengatakan hal yang baik.

manfaat berpuasa bagi kesehatan mental salah satunya adalah meningkatkan kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional mendorong lahirnya kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kejadian yang tidak sesuai keinginan. Tuntunan Rasulullah SAW untuk orang yang berpuasa sudah jelas, jika ada orang yang mengucapkan kata-kata buruk dan memaki, maka jawablah “saya sedang berpuasa”.

Adanya kecerdasan emosional yang baik akan membuat kita lebih resilien terhadap masalah kesehatan mental seperti stres, gangguan kecemasan, dan depresi. Bukan berarti hidup menjadi tidak ada masalah, tetapi kita menjadi lebih siap ketika masalah datang. Kita juga menjadi lebih kuat menghadapi masalah yang berat.

7. Manfaat Puasa untuk Mengaktifkan Proses Autophagy

Autophagy adalah proses pembersihan sel-sel yang rusak dalam tubuh agar bisa digantikan dengan sel-sel baru yang lebih baik. Proses ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam jangka waktu tertentu sehingga sel-sel sehat di tubuh membersihkan sel-sel yang rusak.

Puasa bermanfaat untuk mengaktifkan proses autofagi. Selain menjadikan tubuh lebih sehat karena sel-sel rusak digantikan dengan sel-sel baru, proses autophagy  juga baik untuk kesehatan mental. 

Sel-sel yang rusak di otak bisa menyebabkan munculnya penyakit alzheimer dan demensia. Penyakit tersebut bisa menurunkan daya ingat penderitanya dan memengaruhi kesehatan mental. Sehingga kita perlu mengurangi risiko munculnya penyakit ini dengan cara berpuasa.

Itulah 7 manfaat puasa Ramadan yang sangat penting bagi kesehatan mental. Selain puasa di bulan Ramadan, ada banyak jenis puasa lainnya yang juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. 

Dalam agama Islam ada puasa senin dan kamis, puasa 3 hari di pertengahan bulan Hijriah, puasa Arafah, dan lain-lain. Agama lainnya maupun pakar kesehatan juga merekomendasikan puasa dengan ketentuan masing-masing karena manfaatnya yang sangat besar.

Mungkin kamu juga kerap menjumpai istilah shiyam atau shaum. Beberapa orang menjelaskan perbedaan puasa, shiyam, dan shaum. Shiyam diartikan sebagai puasa, yaitu tidak makan dan minum serta bersetubuh di waktu yang ditentukan. 

Sedangkan shaum memiliki arti puasa yang lebih mendalam. Shaum adalah tidak sekadar menahan diri dari makan, minum, dan bersetubuh, melainkan juga menjaga lisan, telinga, mata, dan bersitan hati dari hal-hal yang dilarang Allah SWT.

Merangkum laman resmi NU Online, secara harfiah pengertian kata tersebut tidak jauh berbeda. Shiyam atau shaum adalah tidak makan dan minum, tidak bicara, dan tidak melakukan aktivitas apapun. Dalam bahasa Indonesia pengertian shiyam atau shaum adalah puasa.

Sedangkan dalam fiqih Islam, makna shiyam atau shaum adalah aktivitas untuk menahan diri dari makan, minum, bersetubuh, dan segala hal yang membatalkan sejak terbitnya fajar sampai matahari terbenam dengan disertai niat ibadah dan rukun sesuai tuntunan. 

Apapun istilahnya, kita perlu melakukannya dengan sungguh-sungguh agar bisa memperoleh banyak manfaat puasa Ramadan. Tidak terkecuali bagi kamu yang selama ini sering merasa mengalami gangguan mental dan depresi. 

Jika diperlukan, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater untuk mendapatkan saran medis yang tepat terkait puasa yang dijalani. Kalaupun masih dibutuhkan terapi obat-obatan, dokter akan merekomendasikan waktu terbaik untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut.

TAGS
#cara mengurangi depresi #cara meningkatkan kecerdasan emosional #Manfaat Puasa Ramadan #meningkatkan rasa empati #Shaum adalah