Artikel

Cara Mendapatkan 1 Miliar Pertama Yang Perlu Kamu Ketahui!

Cari cuan di zaman now bisa dilakukan dengan cara yang beragam. Mau berbisnis di usia muda ataupun menekuni kerja sampingan di rumah, peluangnya terbuka lebar. Bukan tidak mungkin kamu bisa mendapatkan 1 miliar pertama di usia muda.

Mungkin masih ada yang berpikir bahwa 1 miliar adalah jumlah yang tidak masuk akal untuk dimiliki. Jangankan 1 miliar, bahkan masih ada orang yang belum mengetahui cara menabung 10 juta dalam 3 bulan atau cara menabung 50 juta dalam setahun.

Nyatanya, memiliki kekayaan 1 miliar sebelum usia 30 tahun bukanlah hal yang mustahil. Dengan mengesampingkan privilege yang dimiliki, pada dasarnya semua orang memiliki kesempatan untuk sukses. 

Pesatnya perkembangan teknologi digital dan arus informasi meningkatkan peluang yang bisa kita manfaatkan untuk cari cuan. Melansir CNN Indonesia, laporan Credit Suisse menunjukkan jumlah orang kaya di dunia meningkat pesat menjadi 62,5 juta orang di tahun 2021.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa secara agregat kekayaan masyarakat global melonjak sebesar US$463 triliun atau 9,8 persen. Ini merupakan peningkatan terbesar untuk semua negara dalam kurun satu abad terakhir. Menariknya, lonjakan kekayaan tersebut terjadi selama masa pandemi Covid-19 ketika mobilitas fisik orang-orang dibatasi.

Sudah jelas, adanya keterbatasan bukanlah alasan untuk berpangku tangan. Mendapatkan 1 miliar pertama memang tidak semudah flexing di media sosial, namun kamu punya kesempatan untuk mewujudkannya.

Merangkum dari berbagai sumber kredibel, berikut 9 cara mendapatkan 1 miliar pertama di usia muda yang bisa kita terapkan.

  1. Kuatkan Tekad

Kalau ditanya siapa yang ingin punya 1 miliar, banyak orang tentu menginginkannya. Tapi tidak semua orang mampu bertahan menjalani prosesnya. Dibutuhkan tekad yang kuat dan kesungguhan untuk mencapai tujuan besar.

Menguatkan tekad bukan hanya sekadar kata-kata. Dari sini kamu mulai menyiapkan diri untuk merancang strategi yang tepat. Sehingga arah tindakanmu ke depannya lebih jelas. Berikut langkah-langkah yang perlu kamu lakukan:

A. Tentukan Tujuan yang Ingin Dicapai

Kamu membutuhkan motivasi yang kuat agar dapat bertahan selama proses yang panjang. Tentukan tujuan utama secara jelas dan tetapkan tujuan-tujuan jangka pendek yang rasional. Misalnya kamu ingin memiliki 1 miliar pertama di usia 25 tahun dan memiliki bisnis yang menyerap banyak tenaga kerja dari lingkungan sekitarmu. 

B. Identifikasi Kondisi Finansial Saat Ini

Sebelum mulai cari cuan tambahan, sangat penting untuk mengidentifikasi kondisi finansial saat ini. Ketahui jumlah penghasilan dan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulannya. Selain itu, cek dulu apakah kondisi keuanganmu sehat atau tidak. 

Jika terdapat masalah, kamu harus menyelesaikannya terlebih dahulu. Misalnya rasio cicilan hutang yang harus kamu bayar lebih dari 50% dibandingkan jumlah penghasilan. Alih-alih mengejar mendapatkan 1 miliar pertama, bereskan dulu masalah keuanganmu tersebut.

C. Analisis Kelemahan dan Keunggulan yang Dimiliki

Setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda. Jika temanmu sukses di suatu bidang, belum tentu kamu juga pasti sukses di bidang tersebut. Disarankan kamu menekuni bidang yang sesuai passion dan menawarkan peluang yang besar.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menuliskan apa saja kelemahan yang dimiliki dan bagaimana caranya kelemahan tersebut tidak memengaruhi kualitas hidupmu. Kemudian tuliskan keunggulanmu yang bisa ditingkatkan dan digunakan untuk mencapai kesuksesan.

Semakin awal kamu memulai, maka kesempatanmu semakin besar untuk mendapatkan 1 miliar sebelum usia 30 tahun. Berdasarkan pengalaman Felicia Putri yang mengaku mendapatkan 1 miliar pertama di usia 25 tahun, ia mulai menetapkan tujuannya dan rutin menabung sejak usia 16 tahun.

  1. Biasakan Hidup Hemat

Pada mulanya bisa jadi kamu masih bingung apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan 1 miliar pertama di usia muda. Mungkin belum ada gambaran untuk kerja sampingan di rumah maupun memulai berbisnis di usia muda.

Jangan khawatir, setelah menguatkan tekad kamu bisa memulainya dengan membiasakan hidup hemat. Jika sebelumnya kamu cenderung boros dan senang belanja berlebihan, dibutuhkan cukup waktu untuk mengubah kebiasaan tersebut.

Orang yang terbiasa nyaman dengan gaya hidup di kelas atas akan kesulitan untuk menurunkan gaya hidupnya. Sebagai contoh jika kamu terbiasa berada di ruangan ber-AC, kamu akan merasa kegerahan di ruangan tanpa AC. 

Demikian juga dalam menggunakan pakaian, sepatu, dan lain-lain. Tentu awalnya ada perasaan kurang nyaman saat menggunakan barang dengan harga lebih murah dari biasanya. 

Kamu butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Mengubah gaya hidup secara drastis dan mendadak tidak dianjurkan karena akan memengaruhi kesehatan mentalmu. Lakukanlah penyesuaian secara bertahap agar kamu nyaman menjalaninya.

Hidup hemat bukan berarti terlalu pelit terhadap diri sendiri. Kamu harus memilah mana kebutuhan yang penting dan mana pengeluaran yang bisa dikurangi. Kamu juga dapat memanfaatkan promo untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga lebih terjangkau.

  1. Peroleh Dukungan Keluarga dan Orang Terdekat

Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat sangat besar pengaruhnya terhadap kekuatan tekadmu. Jangan sampai kamu menyerah di tengah jalan karena tidak tahan mendengar komentar orang lain yang melemahkan.

Sangat baik jika keluarga dan orang-orang terdekat juga bisa bersama-sama lebih bijak mengelola keuangan. Sehingga kamu bisa menerapkan gaya hidup hemat tanpa godaan ajakan belanja atau hangout di cafe terlalu sering.

Selain itu, kamu juga dapat bergabung di komunitas yang positif. Misalnya komunitas freelancer, investor saham, pengusaha kuliner, dan sebagainya. Sesama anggota komunitas dapat saling memberikan informasi terbaru dan tips sukses di bidang yang sedang ditekuni.

  1. Disiplin Menabung

Saat ini muncul pendapat yang menyebut pepatah hemat pangkal kaya dan menabung agar kaya adalah mitos. Menabung memang tidak mendatangkan kekayaan karena hasil yang terkumpul tidak bertambah signifikan. Namun menabung merupakan latihan membentuk kedisiplinan pengelolaan keuangan yang baik.

Sebagai langkah awal, menabung merupakan cara paling masuk akal yang bisa dilakukan. Bagaimanapun kamu membutuhkan modal untuk mendapatkan 1 miliar pertama di usia muda. Entah kamu ingin mengikuti pelatihan berbayar, membuka usaha, maupun berinvestasi, tentu semuanya membutuhkan modal.

Sebagai contoh kamu ingin mengikuti short course pembuatan film di luar negeri dan membutuhkan dana 40-50 juta. Contoh lainnya kamu ingin membuka usaha kedai es krim setelah lulus kuliah tahun depan. Selain mencari investor, kamu bisa menerapkan cara menabung 10 juta dalam 3 bulan atau cara menabung 50 juta dalam setahun untuk mengumpulkan modal yang dibutuhkan.

Menggunakan tabel menabung 50 juta dalam setahun bisa membantu. Setiap kali menabung kamu bisa mencoret satu kotak di tabel tersebut sesuai nominal yang ditabung. Selain targetmu lebih jelas, menggunakan tabel bisa membuatmu lebih semangat dan tidak lupa menabung setiap hari.

  1. Tingkatkan Skill

Meningkatkan skill sangat penting untuk memperbesar kesempatan cari cuan dengan jumlah lebih banyak. Apalagi persaingan industri kian pesat dan setiap orang berlomba-lomba menangkap peluang. Orang yang tidak kompeten akan mudah tersingkirkan.

Cara meningkatkan skill antara lain dengan banyak membaca buku, menyimak webinar, mengikuti workshop, dan berdiskusi dengan orang-orang yang berwawasan luas. Jika belum memiliki cukup dana, kamu bisa meningkatkan skill dengan mengikuti pelatihan-pelatihan gratis.

Setelah tabunganmu terkumpul, kamu bisa mengalokasikan sebagian tabunganmu untuk meningkatkan skill yang relevan dengan bidang yang ditekuni. Termasuk mengikuti ujian sertifikasi agar kompetensimu diakui oleh perkumpulan industri.

  1. Kerja Sampingan

Salah satu cara untuk memperoleh satu miliar pertama di usia muda yaitu dengan menambah penghasilan. Jika saat ini kamu telah bekerja di suatu perusahaan, tidak ada salahnya jika kamu juga menekuni kerja sampingan di rumah.

Seperti diketahui, pada era digital ini memiliki side hustle telah menjadi tren yang menguntungkan. Kamu bisa menambah penghasilan dengan kerja sampingan di rumah. Berikut beberapa contoh pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan:

A. Tutor Online

Bagi kamu yang memiliki passion mengajar bisa mencari pekerjaan sambilan sebagai tutor online. Saat ini banyak lembaga kursus yang membutuhkan pengajar untuk platform digital mereka. Kamu juga bisa mengajar les privat sesuai dengan keahlian yang dimiliki, baik secara tatap muka maupun daring. 

B. Host Live Streaming

Pengguna media sosial semakin bertambah setiap tahunnya. Makin banyak orang yang menghabiskan waktu dengan menonton live streaming di berbagai platform, seperti TikTok, Facebook, dan Shopee. Profesi sebagai live streamer atau host live streaming bisa dijadikan pekerjaan sampingan yang menjanjikan. 

C. Narator Audiobook

Kerja sampingan di rumah sebagai narator audiobook sangat cocok bagi kamu yang gemar membaca buku dan bisa menarasikannya dengan jelas dan menarik. Jangan minder dengan karakter suara yang dianggap tidak merdu karena sesungguhnya setiap suara memiliki keunikan masing-masing.

D. Asisten Virtual

Pekerjaan sebagai asisten virtual juga dapat dijadikan sebagai side job. Pekerjaan ini cocok bagi kamu yang memiliki keahlian manajemen. Ada beberapa macam pekerjaan asisten virtual diantaranya mengecek dan membalas email, entri data, menulis notulen, mengatur jadwal meeting, dan lain-lain.

Masih banyak jenis kerja sampingan di rumah lainnya yang bisa kamu lakukan. Namun perlu diingat bahwa waktu dan tenagamu ada batasannya. Jangan sampai kamu terlalu sibuk bekerja sampai lupa waktu dan mengabaikan kesehatan, ya.

  1. Membangun Bisnis

Membangun bisnis merupakan cara mendapatkan 1 miliar pertama di usia muda yang banyak dilakukan orang-orang terkaya di dunia. Tidak sedikit dari mereka telah mulai berbisnis di usia muda.

Di samping menjanjikan keuntungan, berbisnis juga dibayangi risiko kerugian. Oleh karenanya sangat penting membuat business plan yang terukur dan logis. Berikut tips mulai berbisnis di usia muda yang bisa diikuti.

A. Tambah Pengetahuan

Dunia bisnis layaknya hutan belantara luas dengan berbagai kemungkinan yang sulit diprediksi. Kamu harus memiliki bekal untuk memasukinya. Tambah pengetahuan mulai dari dasar sampai hal teknis yang spesifik terkait bidang usaha yang akan digeluti.

B. Lakukan Riset

Penelitian bisnis atau riset sangat penting agar strategi yang kamu jalankan tepat sasaran. Tidak harus riset mendalam yang membutuhkan waktu lama dan berbiaya mahal, kamu bisa memulai dengan riset sederhana. Misalnya mengirimkan sample produk ke beberapa responden dan minta pendapat mereka. 

C. Miliki Mentor

Berbisnis di usia muda dibayangi kegagalan karena minimnya pengalaman. Relasi yang dimiliki pun belum terlalu banyak. Sangat baik jika kamu memiliki mentor bisnis yang kompeten yang bisa mengarahkanmu berdasarkan pengalamannya serta membuka networking yang lebih luas.

D. Mulai dari Bisnis Kecil

Dalam tahap belajar berbisnis, sebaiknya kamu memulainya dari bisnis kecil. Selain untuk meminimalisir risiko, bisnis kecil lebih cocok bagi kamu yang baru belajar berbisnis. Kamu akan mulai menghadapi masalah-masalah bisnis secara bertahap sampai terlatih menangani masalah besar di kemudian hari.

  1. Cermat Memilih Investasi

Jika bisnismu sudah berjalan lancar, kamu bisa menambah alokasi dana untuk investasi. Investasi dilakukan sebagai tambahan passive income dan diversifikasi aset guna meminimalisir risiko.

Sebagaimana belajar berbisnis, dalam belajar investasi pun bisa kamu mulai dari nominal kecil terlebih dahulu serta memilih instrumen dengan risiko rendah. Misalnya kamu bisa berinvestasi dengan menempatkan deposito bank, membeli obligasi pemerintah atau ORI, maupun membeli logam mulia ANTAM. 

Selanjutnya kamu bisa belajar tentang instrumen investasi lainnya yang bersifat moderat seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Kamu juga dapat belajar investasi saham-saham di perusahaan bluechip.

Kemudian lakukan analisis profil risiko dan gaya investasi yang cocok bagimu. Jika kamu cenderung menginginkan keuntungan besar, kamu harus berani mengambil risiko yang besar pula. Instrumen investasi yang bisa kamu pilih antara lain P2P lending, saham, NFT, dan cryptocurrency.

Untuk investasi jangka panjang, membeli properti tanah dan bangunan dapat kamu pertimbangkan. Pastikan kamu telah menganalisis potensi pengembangan kawasan beberapa tahun ke depan serta memeriksa legalitas dokumen kepemilikan. Sehingga investasimu dapat memberikan keuntungan di masa depan.

  1. Fokus dan Konsisten 

Cara mendapatkan 1 miliar pertama di usia muda tidak bisa secara instan, meskipun orang tuamu adalah sultan. Tentu ada proses yang harus dijalani mengingat 1 miliar bukanlah angka yang kecil.

Fokus dan konsisten diperlukan agar semua yang kamu upayakan membuahkan hasil sesuai harapan. Jangan sampai kamu semangat di awal saja dan langsung menyerah atau berbalik arah saat menjumpai masalah.

Demikian juga dalam menekuni bidang yang kamu pilih, baik itu kerja sampingan di rumah maupun berbisnis di usia muda. Misalnya kamu bekerja sampingan sebagai desainer grafis, sebaiknya kamu fokus meningkatkan skill dan memperluas relasi di bidang tersebut. 

Contoh lainnya jika kamu berbisnis fashion, maka fokuslah mengembangkan bisnis tersebut sampai titik tertentu sebelum kamu mulai menjajaki bisnis baru di bidang lainnya. Sehingga bisnismu tetap bisa berjalan saat kamu mulai mengembangkan bisnis di bidang lain.

Di tahun 2023 ini negara-negara di dunia menghadapi ancaman resesi, termasuk Indonesia. Tidak sedikit orang yang khawatir akan mengalami kesulitan ekonomi. Padahal sejarah membuktikan bahwa krisis ekonomi justru bisa meningkatkan kekayaan orang-orang yang cekatan menangkap peluang.

Sebagai contoh pada krisis ekonomi 1998 dan 2008, orang-orang kelas menengah yang pandai mengelola keuangan berhasil meningkatkan kekayaannya. Berdasarkan penelusuran Bisnis.com, pakar keuangan Robert Kiyosaki mengatakan bahwa resesi adalah peluang bagi si miskin menjadi kaya.

Alih-alih khawatir berlebihan terhadap resesi, lebih baik kita lebih giat cari cuan dan menerapkan cara meningkatkan skill yang tepat. Skill yang mumpuni akan memperbesar peluang kesuksesan berbisnis di usia muda dan mendukung percepatan perolehan satu miliar pertamamu. 

Editor: Ella Shariati

TAGS
Tidak ada tags.