Ulasan

Gimana Sih Dapetin Ketenangan Hati? Yuk, Simak Tipsnya!

wajah bersinar efek ketenangan hati

Ketenangan hati merupakan salah satu kunci kebahagiaan yang diidamkan banyak orang. Dengan hati tenang, pikiran menjadi lebih jernih sehingga mudah konsentrasi dalam belajar, bekerja, dan mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.

Hati yang penuh kedamaian juga dipercaya sebagai obat yang bisa membantu proses penyembuhan penyakit. Sebaliknya, hati yang penuh rasa kecewa, marah, dan dendam tidak baik untuk kesehatan. 

Salah satu yang menyebabkan hilangnya ketenangan di hati adalah tindak kekerasan. Sayangnya, hingga saat ini masih kerap kita jumpai beragam kasus kekerasan yang membuat hati tidak tenang.

ketenangan hati membuat senyum tulus

Kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan secara fisik maupun verbal untuk menyakiti orang lain secara tidak manusiawi. Pelakunya bisa perorangan maupun sekelompok orang yang melakukan penyerangan dan mengabaikan kaidah kemanusiaan.

Sebut saja tragedi Kanjuruhan Malang yang telah menelan korban lebih dari 200 nyawa melayang. Bagaimana mungkin pertandingan sepak bola yang dicintai banyak orang bisa menjadi tragedi? Ini merupakan tamparan keras bagi kita semua untuk sama-sama intropeksi diri. 

Seperti sebuah antitesis, tragedi Kanjuruhan Malang terjadi pada 1 Oktober 2022, padahal keesokan harinya yakni tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Tanpa Kekerasan Internasional.

Belum lagi mencuatnya kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami pasangan selebritas di waktu yang hampir bersamaan. Seorang suami yang seyogianya menjadi tulang punggung serta pelindung bagi keluarga, malah dengan tega menganiaya istrinya secara fisik dan mental.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT adalah segala bentuk ancaman, pelecehan, serta kekerasan yang terjadi antara orang yang terikat hubungan pernikahan maupun anggota keluarga. KDRT bisa terjadi pada siapa saja, termasuk istri, anak, suami, orang tua, dan lain sebagainya.

Kita tidak bisa menutup mata, tindak kekerasan dengan segala bentuknya masih ada di sekitar kita. Bahkan mungkin ada di antara kita dan orang terdekat yang mengalaminya sendiri.

Hari Tanpa Kekerasan Internasional diperingati setiap tahun bukan tanpa sebab. Semua pihak perlu membekali diri dengan pemahaman yang utuh sebagai cara menghindari kekerasan. Sehingga ketenangan hati bisa diwujudkan. Selengkapnya dalam ulasan berikut.

Sejarah Hari Tanpa Kekerasan Internasional

International Day of Non Violence atau Hari Tanpa Kekerasan Internasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Berdasarkan penelusuran dari Detik.com yang mengutip PBB, Hari Tanpa Kekerasan Internasional adalah peringatan untuk menolak penggunaan kekerasan fisik untuk tercapainya perubahan sosial maupun politik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Tanpa Kekerasan Internasional. Hal ini tertuang pada resolusi nomor A/RES/61/271 tanggal 15 Juni 2007.

Sejarah Hari Tanpa Kekerasan Internasional tidak lepas dari sosok Mahatma Gandhi. Tanggal 2 Oktober merupakan tanggal kelahiran Mahatma Gandhi yang merupakan pencetus filosofi dan strategi anti kekerasan. 

Sebagai pemimpin gerakan kemerdekaan India, sosok Mahatma Gandhi berkomitmen pada humanisme yang tinggi dan gerakan anti kekerasan. Beliau berpartisipasi dalam meruntuhkan kolonialisme serta memengaruhi banyak perjuangan kebebasan.

Mahatma Gandhi memiliki peran besar dalam memperkuat akar kedaulatan rakyat, hak-hak sipil, ekonomi, dan politik. Gerakan anti kekerasan yang diusung Mahatma Gandhi menjadi tolok ukur pengujian masyarakat menghadapi gagasan politik dan kebijakan pemerintah. 

Aksi tanpa kekerasan bukan berarti mengabaikan konflik. Namun perlawanan tanpa kekerasan merupakan teknik dimana orang-orang dapat menolak sikap pasif dan mengemukakan konflik yang terjadi tanpa risiko mendapat kekerasan. 

Pengertian Kekerasan dan Faktor Penyebabnya

Sebenarnya apa itu kekerasan? Mengutip laman kbbi.kemdikbud.go.id, (bisa disebutkan dari kbbi.kemdikbud.go.id agar tidak terlalu banyak kutipan dari pelajaran.co.id ya, plus mengutip sumber dari laman pemerintah lebih kredibel) pengertian kekerasan adalah perihal atau sifat keras, berupa paksaan, perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang menyebabkan cedera atau hilangnya nyawa orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik dan barang orang lain.

Menurut WHO, definisi kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik dan kekuasaan serta ancaman atau tindakan terhadap diri sendiri, perorangan maupun sekelompok orang yang kemungkinan besar mengakibatkan memar atau trauma serta perampasan hak.

Terdapat beberapa faktor yang memicu terjadinya kekerasan, bisa dari internal diri maupun eksternal. Melansir dari laman Dosensosiologi.com, faktor penyebab kekerasan antara lain: (Very well said. Good job!)

  1. Masalah Ekonomi

Masalah ekonomi merupakan masalah sensitif dan dapat memicu terjadinya tindak kekerasan. Pada umumnya kesulitan ekonomi yang dialami dapat membuat orang tidak segan menyakiti orang lain untuk merampas sesuatu yang bernilai ekonomi.

Masalah ekonomi juga kerap menjadi pemicu permasalahan kekerasan dalam rumah tangga. Tidak terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari memancing emosi yang berakhir pada pertengkaran. Jika tidak dikendalikan, tindak KDRT sangat mungkin terjadi.

Rakyat yang terdesak secara ekonomi juga rentan melakukan tindakan perlawanan, misalnya demonstrasi besar-besaran dan mengganggu ketertiban umum. Pada akhirnya bisa terjadi gesekan dengan aparat keamanan dan memicu terjadinya kekerasan.

  1. Pola Asuh

Pola asuh serta latar belakang kehidupan seseorang dapat menjadi faktor penyebab kekerasan. Seseorang yang di masa lalu pernah menjadi korban tindak kekerasan akan mengalami trauma dan menyimpan dendam.

Pelampiasan dendam bisa jadi tanpa memandang bulu, begitu ada kesempatan maka siapapun bisa menjadi korbannya. Olah karenanya sangat penting untuk memperhatikan pola asuh terbaik bagi anak-anak agar tidak menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari.

  1. Lingkungan Pergaulan

Faktor penyebab tindak kekerasan lainnya adalah lingkungan pergaulan. Seseorang yang telah lama berada di lingkungan yang penuh kekerasan akan terbiasa dengan tindak kekerasan.

Pergaulan juga sangat memengaruhi risiko seseorang menjadi pelaku kekerasan. Tidak jarang teman-teman di lingkup tertentu menuntut solidaritas untuk menyerang kelompok lain. Sehingga saling serang dengan tindak kekerasan pun terjadi.

  1. Pengaruh Alkohol dan Obat Terlarang

Minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang jenis psikotropika dapat memengaruhi aktivitas pikiran. Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya dapat mengubah cara berbicara dan tingkah laku seseorang. Sehingga risiko untuk melakukan tindak kekerasan akan semakin besar. 

Tidak jarang masalah sepele seperti tersenggol saat berjalan bisa menjadi perdebatan besar dikarenakan sudah terpengaruh minuman beralkohol. Jika tidak segera dilerai dan dikendalikan, dikhawatirkan pertengkaran akan berlanjut disertai tindak kekerasan.

  1. Stres

Stres merupakan gangguan atau kekacauan mental serta emosional yang dipicu oleh faktor eksternal, misalnya tuntutan pekerjaan, kelelahan berlebihan, masalah hubungan, dan lain-lain. Stres juga termasuk faktor penyebab kekerasan. 

Stres yang dialami seseorang dapat memicu terjadinya tindak kekerasan, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Orang yang sedang mengalami stres tidak mampu mengelola emosinya sendiri dan berusaha melampiaskannya dengan tindakan anarkis.

Jenis-Jenis Kekerasan

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah, baik di sekolah, kantor, tempat umum, maupun dalam rumah tangga. Bentuk kekerasan bermacam-macam dengan dampak yang berbeda-beda.

Dengan mengenali jenis-jenis kekerasan, kita dapat mengidentifikasi suatu tindakan termasuk bentuk kekerasan atau bukan. Sehingga kita bisa mempertimbangkan langkah hukum yang akan ditempuh untuk menegakkan keadilan.

Bentuk kekerasan sendiri bermacam-macam. Ada kekerasan perorangan dan kekerasan kelompok, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan kekerasan dalam ranah politik. Ada juga kekerasan simbolik yang merupakan kekerasan secara struktural dan kultural.

Berdasarkan penelusuran dari Pelajaran.co.id, secara umum jenis-jenis kekerasan antara lain:

  1. Kekerasan Fisik

Yang dimaksud kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat. Tindakan kekerasan fisik dapat berupa perbuatan yang menyebabkan cedera pada tubuh korban.

Menurut Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang P-KDRT pasal 6, kekerasan fisik terbagi menjadi dua kategori, yaitu kekerasan fisik ringan dan kekerasan fisik berat. Pada tingkat ringan, kekerasan fisik dapat mengakibatkan cedera ringan dan luka fisik yang ringan. 

  1. Kekerasan Psikis

Jenis kekerasan lainnya adalah kekerasan psikis atau kekerasan mental. UU nomor 23 tahun 2004 tentang P-KDRT pasal 7 menjelaskan pengertian kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan bertindak, rasa tidak berdaya, dan atau penderitaan psikis berat pada seseorang.

Kekerasan psikis atau kekerasan emosional erat kaitannya dengan kekerasan verbal. Kekerasan verbal adalah kekerasan dengan mengeluarkan kata-kata kasar yang mengganggu psikis. Contoh kekerasan verbal adalah menghina, memfitnah, menakut-nakuti, mengancam, dan membesar-besarkan masalah.

Kekerasan dalam rumah tangga yang termasuk kekerasan psikis antara lain menghina pasangan di depan umum, melarang bekerja atau melanjutkan pendidikan tanpa alasan yang dapat diterima, menuduh selingkuh tanpa bukti, dan lain-lain. Akibat kekerasan psikis tidak kalah bahayanya dengan kekerasan fisik.

  1. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual masih kerap terjadi di sekitar kita. Bentuknya dapat berupa perbuatan pelecehan, menyentuh organ intim dengan cara tidak layak (kalimat ini bisa dicut, sebisa mungkin tidak ‘vulgar’ menyebutkan istilah organ intim. Plus kalimatnya sedikit ambigu), pemaksaan hubungan seksual, dan lain-lain.

Memaksa seseorang untuk berhubungan seks dengan orang lain juga termasuk kekerasan seksual. Identifikasi penolakan korban bukan hanya secara verbal, namun juga penolakan secara psikis karena ketidakmampuan menolak langsung akibat diancam.

Cara Menghindari Kekerasan Untuk Dapatkan Ketenangan Hati

Ketenangan hati mungkin hanya menjadi angan-angan jika kita masih terus menjumpai kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Mirisnya, beberapa tindak kekerasan lama-kelamaan dianggap wajar karena sudah terbiasa.

Cara menghindari kekerasan penting untuk dipahami sedini mungkin sebagai langkah preventif. Sangat baik untuk menumbuhkan sikap waspada pada anak-anak terhadap ancaman kekerasan. Sehingga kewaspadaan tersebut bisa terbawa sampai dewasa dan dapat menyikapi kekerasan dengan tepat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Liputan6.com, berikut 7 cara menghindari kekerasan yang perlu kamu lakukan.

  1. Perbanyak Pengetahuan

Adanya tindak kekerasan perlu diidentifikasi terlebih dahulu, apakah benar-benar kekerasan atau bukan. Oleh karenanya sangat dianjurkan untuk memperbanyak pengetahuan yang relevan. Cari tahu tentang definisi kekerasan, penyebab, ciri-ciri, serta jenis-jenisnya. Sehingga kita dapat menentukan cara menghindari kekerasan yang paling tepat. 

  1. Waspada

Takut berlebihan tentu tidak baik, akan tetapi kewaspadaan perlu ditumbuhkan. Setiap orang berpeluang untuk menjadi pelaku kekerasan, bahkan orang-orang terdekat dan anggota keluarga sendiri. Salah satu cara menghindari kekerasan adalah dengan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya tindak kekerasan.

  1. Selektif Memilih Teman

Salah satu penyebab kekerasan adalah lingkungan pergaulan. Maka sangat penting untuk selektif memilih teman. Sebaiknya kamu tidak berteman dengan orang-orang yang terbiasa berbicara kasar, suka berkelahi, dan berpotensi melakukan tindakan kriminal.

  1. Kuasai Kemampuan Bela Diri

Berlatih bela diri bukan sekadar untuk tujuan menjadi jagoan. Bagaimanapun kamu perlu memiliki pengetahuan dasar untuk menyelamatkan diri. Ada beberapa trik yang bisa kamu pelajari sebagai bekal untuk membela diri pada kondisi terdesak.

  1. Dokumentasikan 

Jika kamu mengalami kekerasan, buatlah dokumentasinya. Jangan salah sangka dulu, maksud mendokumentasikan di sini bukan berarti harus merekam video saat kejadian. Jika tidak memungkinkan untuk mengambil foto atau video, kamu dapat menulis catatan terkait waktu dan tempat kejadian serta kronologinya. 

  1. Utamakan Keselamatan

Tidak disarankan untuk melawan pelaku kekerasan dengan kekerasan. Risiko yang akan kamu tanggung bisa jadi malah lebih besar karena pelaku dapat semakin marah dan berperilaku ekstrem. Selalu utamakanlah keselamatan.

  1. Laporkan

Melaporkan tindakan kekerasan dapat memberikan efek jera dan menjadi cara menghindari kekerasan di masa mendatang. Jika kamu belum berani untuk membuat laporan kepolisian, kamu bisa mulai melaporkannya kepada orang yang dipercaya. 

Tips Mendapatkan Ketenangan Hati

Tidak mudah untuk memulihkan diri dari trauma akibat menyaksikan maupun mengalami sendiri tindak kekerasan. Padahal hati tenang sangat dibutuhkan untuk bisa berpikir jernih dan menemukan solusi.

Berikut tips mendapatkan ketenangan hati sebagaimana disarankan tim medis Klikdokter.com.

  1. Ketenangan Hati dengan Atur Napas dan Meditasi

Irama napas yang teratur dapat membantu mengurangi stres di otak. Ketika sedang panik atau terlalu marah dan sedih, irama napas cenderung cepat dan pendek-pendek. Cobalah untuk mengatur napas dengan menghirup udara lebih dalam secara perlahan.

Letakkan tanganmu di atas perut dan rasakan perut yang mengembang dan mengempis. Atur napas dengan penuh kesadaran dan rileks agar suasana hati serta pikiran bisa lebih tenang. Lakukan meditasi dan afirmasi positif. Jika diperlukan, kamu bisa melakukannya berulang-ulang.

  1. Ketenangan Hati dengan Olahraga

Olahraga sangat baik dalam membantu hadirnya ketenangan hati. Hal ini dikarenakan aktivitas olahraga dapat memicu produksi hormon endorfin yang dapat mengurangi stres. Sehingga bisa memperbaiki suasana hati, membuat lebih fokus, serta meningkatkan kualitas tidur.

Pilihlah olahraga sederhana sesuai dengan kemampuan fisikmu. Apalagi bagi kamu yang jarang berolahraga, tidak disarankan langsung melakukan olahraga berat. Kamu bisa mulai olahraga dengan jalan santai, senam ringan, atau mempraktikkan yoga untuk pemula.

  1. Ketenangan Hati dengan Melakukan Kegiatan yang Disukai

Apa hobimu? Menekuni hobi sangat efektif untuk membantu membuat hati tenang. Dengan melakukan kegiatan yang disukai, pikiranmu akan teralihkan ke hal-hal yang menyenangkan.

Setiap orang memiliki kegemaran yang berbeda-beda. Ada yang suka mendengarkan musik, melukis, membaca buku, berkebun, membuat kerajinan tangan, dan lain-lain. Lakukan kegiatan yang kamu sukai agar bisa memulihkan diri lebih cepat.

  1. Ketenangan Hati dengan Membantu Orang Lain

Membantu orang lain dapat menciptakan kebahagiaan. Bukan saja kebahagiaan bagi orang yang dibantu, namun juga kebahagiaan bagi orang yang membantu. Membantu orang lain dapat membantumu memperoleh ketenangan hati.

Kamu bisa membantu orang lain dengan membelikan makanan, meminjamkan uang, mengantarkan ke tempat kerja, dan banyak lagi. Berusahalah untuk membantu orang lain sesuai dengan kapasitas yang kamu miliki. Ingat ya, jangan memaksakan diri. 

menolong orang lain dapat menciptakan ketenangan hati
  1. Ketenangan Hati dengan Tidur Berkualitas

Berdasarkan laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malamnya lebih rentan mengalami depresi. Kurang tidur dapat menyebabkan stamina turun, emosi tidak stabil, terganggunya suasana hati, serta kesulitan konsentrasi.

Sangat dianjurkan untuk tidur berkualitas sekitar 7 jam setiap malam. Caranya adalah dengan mengusahakan tidur di jam yang sama setiap harinya agar jam tubuh dapat menyesuaikan. Jangan lupa berdoa dan menenangkan pikiran menjelang tidur. 

Tips mendapatkan ketenangan hati ini sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Kuncinya adalah kamu harus konsisten membangun kebiasaan baik dan memelihara kesehatan jiwa. Jika diperlukan, kamu bisa meminta bantuan ahlinya seperti psikolog dan psikiater.

Pengetahuan tentang jenis-jenis dan cara menghindari kekerasan sangat penting untuk dipelajari. Peringatan Hari Tanpa Kekerasan Internasional ini dapat kita jadikan momentum untuk berupaya mewujudkan ketenangan hati.

TAGS
#cara menghindari kekerasan #hati tenang #KDRT adalah #kekerasan adalah #kekerasan verbal adalah #ketenangan hati #tragedi Kanjuruhan