Ulasan

10 Bahaya Merokok bagi Kesehatan dan Lingkungan

Merokok dapat membahayakan seluruh anggota keluarga

Bahaya merokok bagi kesehatan dan lingkungan tidak dapat diabaikan. Selain merusak lingkungan dan membuat udara tercemar, banyak riset mengungkap rokok sebagai pemicu beragam gangguan kesehatan. Rokok merupakan salah satu penyebab penyakit stroke, kanker, gangguan saluran pernapasan, serta menyebabkan masalah kesuburan pada pria.

Mirisnya, jumlah perokok dewasa di Indonesia justru meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Laporan Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI menyebutkan peningkatan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang dalam kurun 2011 sampai 2021. 

Jumlah perokok aktif dewasa pada tahun 2011 sebanyak 60,3 juta orang dan meningkat menjadi 69,1 juta orang di tahun 2021. Bahkan, saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah India dan China sebagai negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia.

Merokok juga dapat memengaruhi kondisi sosial ekonomi. Data GATS 2021 melaporkan pengeluaran rumah tangga untuk membeli rokok lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk membeli makanan bergizi. Rata-rata dalam rumah tangga mengeluarkan dana untuk membeli rokok sebesar Rp382.091,72 setiap bulan. 

Masih nekat mau merokok? Sedang mencari motivasi berhenti merokok? Pahami kembali secara lengkap tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan dampak buruknya terhadap lingkungan. Berikut ulasannya!

Bahaya Merokok bagi Kesehatan

Merokok adalah kebiasaan yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Bukan hanya membahayakan perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok. 

Tidak sedikit orang yang mengabaikan bahaya merokok karena dampaknya tidak langsung muncul dalam waktu singkat. Padahal rokok mengandung ribuan zat berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Berikut beberapa penyakit dari bahaya merokok bagi kesehatan yang perlu kita waspadai.

  1. Penyakit Stroke

Merokok merupakan salah satu penyebab utama penyakit stroke. Zat-zat berbahaya dalam asap rokok dapat mengganggu kinerja jantung serta merusak dinding arteri dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah yang terbentuk dapat menyumbat aliran darah ke otak, inilah yang menjadi penyebab penyakit stroke. 

Kementerian Kesehatan RI merilis laporan Reuters yang menyebutkan bahwa 48% atau 1.475 orang dari seluruh penyintas stroke yang menjadi responden merupakan perokok yang masih aktif. 62% di antaranya berhasil berhenti merokok setelah beberapa bulan terserang stroke.

Di samping itu, terdapat lebih dari 8.000 kasus kematian terjadi akibat penyakit stroke setiap tahunnya di Amerika Serikat. Orang yang merokok terbukti memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami serangan stroke ke dua daripada orang yang tidak pernah merokok sama sekali. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah batang rokok yang diisap setiap hari. 

Sebagai gambaran, perokok aktif yang mengisap 20 batang rokok setiap hari memiliki risiko mengalami serangan stroke kembali sebanyak 68%. Risiko tersebut dapat meningkat tiga kali lipat jika jumlah rokok yang diisap mencapai 40 batang per hari.

Sebagai salah satu penyebab penyakit stroke, mengurangi merokok dapat menekan risiko terserang stroke. Studi menunjukkan bahwa berhenti merokok secara total dapat secara signifikan mengurangi risiko serangan stroke ke dua. 

  1. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, penyakit arteri koroner, gagal jantung, dan penyakit pembuluh darah perifer.

Penyakit kardiovaskular terjadi ketika pembuluh darah yang mengalir ke jantung dan organ tubuh lainnya mengalami kerusakan atau penyumbatan. Faktor risiko utama penyakit kardiovaskular meliputi merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, obesitas, gaya hidup tidak sehat, diabetes, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Merokok merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular. Zat-zat kimia pada rokok dapat memicu pembentukan plak aterosklerosis dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini dapat mengganggu aliran darah yang normal ke jantung dan organ tubuh lainnya, meningkatkan risiko serangan jantung, serta penyakit jantung koroner.

Setiap tahunnya di Amerika Serikat terdapat 34.000 kematian dini akibat penyakit jantung yang diderita perokok aktif maupun perokok pasif. Bahkan, orang yang tidak merokok memiliki peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 25-30% jika terlalu sering terpapar asap rokok setiap hari.

Penting untuk diingat bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Oleh karenanya, kita harus menyadari risiko yang terkait dengan merokok dan mengambil langkah-langkah untuk berhenti merokok. 

Berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, meningkatkan kesehatan jantung dan meningkatkan harapan hidup. Selain berhenti merokok, menjaga pola makan sehat, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat, serta mengelola stres juga penting untuk menjaga kesehatan kardiovaskular yang optimal.

  1. Penyakit Paru-Paru

Paparan terus-menerus terhadap asap rokok dapat menyebabkan gangguan serius pada saluran pernapasan dan paru-paru. Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya seperti nikotin, tar, karbon monoksida, dan bahan kimia lainnya yang sangat merugikan paru-paru. 

Ketika seseorang merokok, zat-zat berbahaya akan masuk ke dalam paru-paru melalui pernapasan. Nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di paru-paru, mengurangi aliran udara, dan membuat pernapasan menjadi lebih sulit. 

Tar yang merupakan residu dari pembakaran tembakau dapat menempel pada dinding-dinding paru-paru dan menyebabkan peradangan serta kerusakan jaringan. Selain itu, karbon monoksida yang terdapat dalam asap rokok dapat mengikat oksigen dalam darah sehingga mengurangi suplai oksigen ke paru-paru dan organ tubuh lainnya.

Paparan asap rokok dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit paru-paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis kronis, dan emfisema. PPOK adalah kondisi di mana saluran pernapasan mengalami penyempitan kronis, sulit untuk mengeluarkan udara, dan dapat menyebabkan sesak napas yang semakin parah seiring berjalannya waktu. 

Salah satu bahaya merokok adalah dapat menyebabkan berbagai penyakit paru-paru bahkan membuat paru-paru menjadi berlubang

Bronkitis kronis adalah peradangan saluran pernapasan yang menyebabkan batuk persisten dengan lendir, sesak napas, dan pembengkakan. Emfisema adalah kondisi di mana jaringan paru-paru mengalami kerusakan, menyebabkan kehilangan elastisitas dan keruntuhan dinding alveolus yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam paru-paru.

Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Bahkan Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa 90% penyebab kematian kanker paru-paru dipengaruhi kebiasaan merokok. Asap rokok mengandung zat karsinogenik yang dapat merusak DNA dalam sel-sel paru-paru sehingga menyebabkan pertumbuhan sel-sel kanker.

Bahaya merokok bagi paru-paru tidak hanya berlaku bagi perokok aktif, tetapi juga bagi perokok pasif yang terpapar asap rokok dari orang di sekitarnya. Menghentikan kebiasaan merokok perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru. 

Setelah berhenti merokok, paru-paru memiliki kemampuan untuk membersihkan diri dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh merokok. Proses ini membutuhkan waktu, tetapi seiring berjalannya waktu fungsi paru-paru dapat pulih dan risiko penyakit paru-paru dapat berkurang.

  1. Penyakit Kanker

Bahaya merokok bagi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Bukan hanya kanker paru-paru, merokok juga dapat menyebabkan penyakit kanker mulut, laring (kotak suara), faring (tenggorokan), kerongkongan, ginjal, hati, pankreas, serviks, kolon, dan kanker kulit.

Proses merokok menyebabkan penumpukan zat beracun di dalam tubuh dan meningkatkan risiko pertumbuhan sel-sel kanker yang tidak terkendali. Paparan terus-menerus terhadap asap rokok yang mengandung zat-zat kimia berbahaya dapat merusak DNA dalam sel-sel tubuh.

Zat kimia berbahaya dari asap rokok dapat mencapai berbagai organ dalam tubuh melalui peredaran darah dan sistem pernapasan. Zat-zat berbahaya tersebut merusak jaringan dan organ-organ di dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker. Hal ini terjadi karena merokok memicu perubahan genetik dan kerusakan pada sel-sel tubuh, yang pada gilirannya dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

Sebagai contoh pada kanker mulut dan tenggorokan, zat kimia yang terkandung pada asap rokok dapat merusak jaringan di mulut dan tenggorokan serta menyebabkan pertumbuhan sel-sel kanker di daerah tersebut. 

Zat-zat berbahaya dalam asap rokok juga dapat memengaruhi fungsi pankreas dan menyebabkan perubahan pada sel-sel pankreas, yang dapat menjadi faktor pemicu perkembangan kanker. Demikian juga dengan organ penting lainnya.

  1. Gangguan Reproduksi

Bahaya merokok selanjutnya yaitu terkait masalah reproduksi dan mengurangi peluang untuk memiliki anak. Merokok dapat meningkatkan risiko masalah kesuburan pada pria dan wanita. 

Salah satu masalah kesuburan pada pria yang dapat disebabkan asap rokok adalah penurunan kualitas sperma. Zat-zat berbahaya dalam asap rokok dapat merusak DNA dalam sperma, sehingga mengganggu perkembangan normal dan fungsi sperma. 

Hal ini dapat mengakibatkan jumlah sperma yang rendah, mobilitas sperma yang buruk, dan bentuk sperma yang tidak normal. Kandungan kimia berbahaya dalam rokok juga dapat merusak fungsi testis. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan masalah lain dalam performa seksual yang dapat memengaruhi kesuburan. Semua kondisi tersebut  dapat mengurangi kemungkinan pembuahan yang berhasil.

Pada wanita, merokok dapat menyebabkan masalah ovulasi yang tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Asap rokok mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memengaruhi siklus menstruasi. Sehingga menghambat kemungkinan terjadinya pembuahan dan keberhasilan kehamilan. 

Wanita perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi selama kehamilan, seperti keguguran, placenta previa, dan berat bayi lahir rendah. Selain itu, wanita perokok juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap kanker serviks dibandingkan dengan non-perokok.

Bahaya Merokok bagi Lingkungan

Bahaya merokok bukan hanya memengaruhi kesehatan individu, namun juga berdampak serius terhadap keberlanjutan alam. Bahaya rokok terhadap lingkungan mulai dari proses penanaman tembakau, pabrik yang memproduksinya, polusi asap rokok, sampai limbah puntung rokok yang mencemari lingkungan.

Berikut beberapa dampak negatif rokok terhadap lingkungan yang harus segera kita atasi.

  1. Kerusakan Hutan dan Deforestasi

Permintaan yang tinggi terhadap tembakau sebagai bahan baku rokok mendorong penggundulan hutan yang luas untuk membuka lahan pertanian tembakau. Tercatat ada sekitar 3,5 juta hektar lahan setiap tahunnya yang mengalami konversi untuk menanam tembakau. Penanaman tembakau ini meningkatkan deforestasi seluas 200 ribu hektar setiap tahun.

Deforestasi yang disebabkan oleh produksi tembakau memiliki dampak yang luas. Penebangan pohon untuk membuat lahan pertanian tembakau tidak hanya merusak hutan sebagai ekosistem, tetapi juga menghilangkan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Kehilangan habitat ini dapat menyebabkan penurunan populasi dan bahkan kepunahan beberapa spesies.

Selain itu, deforestasi juga mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Hutan adalah penyerap alami CO2 yang signifikan, membantu mitigasi efek pemanasan global, dan mencegah perubahan iklim. Dengan adanya deforestasi, kapasitas penyerapan karbon hutan berkurang. Dampaknya terjadi peningkatan gas rumah kaca dan krisis iklim.

Deforestasi juga berdampak pada erosi tanah dan kerusakan siklus air. Pohon-pohon yang ditebang tidak lagi menjaga kestabilan tanah, sehingga menyebabkan tanah longsor dan perubahan tata air. Hal ini mengancam ketersediaan air bersih, keberlanjutan pertanian, dan keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

  1. Penurunan Kesuburan Tanah

Pertanian tembakau seringkali menggunakan pestisida dan zat kimia sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman. Penggunaan pestisida dalam jumlah besar ini berdampak negatif pada lingkungan dan kesuburan tanah. 

Pestisida yang digunakan dapat mencemari tanah dan merusak mikroorganisme yang penting untuk keseimbangan ekosistem tanah. Mikroorganisme seperti bakteri, cacing tanah, dan serangga yang bermanfaat berperan dalam penguraian bahan organik dan siklus nutrisi tanah. Penurunan populasi atau kerusakan mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah.

Selain pestisida, penggunaan zat kimia beracun seperti pupuk sintetis dan herbisida juga dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Pupuk sintetis yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tembakau dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia dalam tanah. 

Akibatnya, keberadaan mikroorganisme yang diperlukan untuk proses dekomposisi bahan organik dapat terganggu. Kondisi ini mengurangi ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan menghambat pertumbuhan vegetasi lainnya.

Dalam jangka panjang, penurunan kesuburan tanah yang disebabkan oleh penggunaan pestisida dan zat kimia beracun dalam penanaman tembakau dapat mengakibatkan degradasi tanah. Tanah yang kehilangan kesuburannya akan sulit untuk ditumbuhi tanaman lain serta menghasilkan hasil panen yang lebih rendah. 

  1. Pencemaran Air

Bahaya rokok terhadap lingkungan merupakan konsekuensi serius dari proses produksi dan konsumsi rokok. Salah satu dampaknya yaitu pencemaran air. Pabrik-pabrik rokok menghasilkan limbah cair yang mengandung zat-zat berbahaya dan bahan kimia yang dapat mencemari sumber air di sekitarnya.

Proses produksi rokok melibatkan penggunaan air dalam jumlah besar untuk mencuci tembakau, membersihkan peralatan, dan proses lainnya. Limbah cair yang dihasilkan dalam proses ini mengandung bahan kimia seperti nikotin, amonia, logam berat, dan senyawa organik volatil. 

Jika limbah cair ini tidak diolah dengan benar sebelum dibuang, tentu dapat mencemari sungai, danau, atau sumber air lainnya. Padahal air merupakan sumber kehidupan bagi banyak makhluk hidup.

Pencemaran air oleh limbah pabrik rokok ini tidak bisa dianggap sepele. Zat-zat beracun dalam limbah tersebut dapat meracuni organisme air, termasuk ikan, tumbuhan air, dan organisme akuatik lainnya. Air yang tercemar oleh limbah pabrik rokok tidak hanya berdampak pada ekosistem air, tetapi juga dapat mengganggu sumber air minum bagi manusia dan hewan.

  1. Pencemaran Udara

Mungkin selama ini kamu sudah tahu kalau emisi kendaraan dan asap pabrik terbukti membuat udara tercemar. Namun siapa sangka jika asap rokok juga memiliki kandungan gas yang mirip dan bisa membuat udara tercemar seperti halnya asap pabrik.

Asap rokok ikut menyumbang polusi udara. Berdasarkan data AirVisual, kondisi Jakarta di pagi hari saja memiliki Air Quality Index (AQI) sebesar 171. Ini artinya kualitas udara sudah sangat buruk.

Proses pembakaran rokok menghasilkan senyawa kimia seperti klorofluorokarbon (CFCs), hidro klorofluorokarbon (HCFCs), dan karbon tetraklorida. Senyawa-senyawa ini dapat mencapai lapisan ozon di atmosfer dan merusaknya. 

Penipisan lapisan ozon mengakibatkan peningkatan paparan radiasi UV berbahaya dari matahari ke permukaan bumi. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada manusia, hewan, dan keberlanjutan lingkungan.

  1. Limbah Puntung Rokok

Puntung rokok merupakan sisa rokok yang dibuang setelah dikonsumsi. Ukurannya memang kecil, tapi ternyata jumlahnya mencapai triliunan setiap tahun dan kandungan di dalamnya sangat berbahaya bagi lingkungan.

Melansir laman Citarumharum, produksi batang rokok di seluruh dunia setiap tahunnya mencapai 6 triliun. Diperkirakan ada 4,5 triliun puntung rokok dibuang setiap tahun. Sehingga setidaknya terdapat 766 juta kilogram sampah beracun mencemari lingkungan setiap tahunnya yang berasal dari puntung rokok.

Limbah puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan. Puntung rokok mengandung bahan kimia berbahaya seperti nikotin, tar, arsenik, dan logam berat. Ketika puntung rokok terbuang ke tanah atau air, bahan kimia tersebut dapat terlarut dan meresap ke dalam ekosistem. Ini dapat menyebabkan pencemaran tanah, air tanah, sungai, dan laut, serta merusak kehidupan organisme yang hidup di sana.

Puntung rokok yang dibuang sembarangan juga dapat menyebabkan kebakaran. Puntung rokok yang masih menyala dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran jika terbuang di area yang rentan terhadap kebakaran seperti hutan, lahan kering, dan pemukiman padat.

Tidak diragukan lagi, bahaya merokok bagi kesehatan dan lingkungan sangat besar. Rokok dapat merusak lingkungan dan membuat udara tercemar, serta memicu beragam gangguan kesehatan. 

Upaya pencegahan dan pengendalian merokok harus melibatkan pendidikan yang menyeluruh tentang bahaya merokok. Diperlukan dukungan dan motivasi untuk berhenti merokok serta penegakan kebijakan yang ketat terkait pembatasan merokok di tempat umum. 

Menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah penting yang dapat diambil untuk melindungi kesehatan pribadi dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Mari bersama-sama berkomitmen untuk mengatasi bahaya merokok dan mendorong gaya hidup yang lebih baik untuk kita sendiri dan lingkungan.

TAGS
#gangguan saluran pernapasan #masalah kesuburan pada pria #penyakit kardiovaskular adalah #penyebab penyakit stroke #udara tercemar