Artikel

Manfaat Pelukan Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Manfaat pelukan bagi kesehatan sangatlah penting dan beragam. Pelukan dapat digunakan sebagai salah satu cara mengurangi stres dan memberikan ketenangan hati. Pelukan sangat baik bagi perkembangan dan kesehatan mental seseorang, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Memeluk merupakan salah satu elemen penting dalam pengasuhan anak secara emosional. Profesor psikologi Darcia Narvaez dari University of Notre Dame menyatakan bahwa sentuhan fisik seperti pelukan memengaruhi saraf vagus dan dapat meningkatkan kemampuan untuk berbelas kasih.

Tidak hanya itu, pelukan juga baik untuk kesehatan fisik. Penelitian yang dipublikasikan Journal Proceedings of National Academy of Sciences mengungkapkan manfaat pelukan untuk mencegah risiko penyakit jantung. Sehingga pelukan kerap menjadi cara memperkuat jantung yang efektif.

Bagaimana jika kita sedang sendirian dan membutuhkan pelukan? Ada metode yang bisa kita lakukan untuk memeluk diri sendiri, yakni metode pelukan kupu-kupu atau butterfly hug. Selengkapnya, berikut penjelasan tentang apa itu butterfly hug atau memeluk diri sendiri serta manfaat pelukan bagi kesehatan fisik dan mental.

Apa Itu Butterfly Hug, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Pengalaman traumatis dapat meninggalkan dampak yang besar pada kesehatan mental seseorang. Untungnya, ada berbagai teknik terapi yang dapat membantu mengatasi trauma dan mengurangi kecemasan serta stres tersebut. Salah satu teknik yang semakin populer diterapkan dalam terapi trauma adalah butterfly hug.

Istilah pelukan kupu-kupu atau butterfly hug sempat populer karena muncul pada adegan drama Korea berjudul It’s Okay to Not Be Okay. Sebenarnya metode ini telah diajarkan sebagai salah satu metode terapi untuk menenangkan diri sejak tahun 1998 terhadap penyintas badai Pauline di Meksiko.

Sebenarnya apa itu butterfly hug atau memeluk diri sendiri? Butterfly hug adalah teknik terapi sensorik yang melibatkan gerakan dan sentuhan pada daerah dada dan bahu menyerupai pelukan dengan menggunakan kedua tangan sendiri. Teknik ini dirancang agar orang yang memiliki pengalaman traumatis dapat memulihkan dirinya dengan cara yang sederhana dan efektif.

Manfaat butterfly hug antara lain untuk membantu mengurangi kecemasan dan stres. Rangsangan sensorik yang dihasilkan oleh gerakan memeluk membantu menenangkan sistem saraf dan meredakan kecemasan dan memberikan perasaan tenang. 

Butterfly hug juga bermanfaat untuk pemulihan trauma. Dengan melakukan teknik ini secara teratur, seseorang dapat mengatasi gejala trauma seperti kilas balik, kecemasan berlebih, dan tidur yang terganggu. Butterfly hug membantu mengatur ulang sistem saraf dan menciptakan pengalaman positif untuk mengatasi pengalaman traumatis.

Berikut cara melakukan butterfly hug atau memeluk diri sendiri:

  • Duduk atau berdiri dengan posisi yang nyaman. Pastikan berada di lingkungan yang tenang dan bebas gangguan.
  • Letakkan lengan di sekitar dada dengan tangan saling menyilang. 
  • Tempatkan telapak tangan dengan lembut di bahu masing-masing. 
  • Mulailah melakukan gerakan memeluk dengan tangan bergantian pada bahu sendiri. Tangan kiri akan memeluk bahu kanan, sedangkan tangan kanan akan memeluk bahu kiri.
  • Lanjutkan gerakan ini dengan ritme yang nyaman dan alami. Bayangkan gerakan sayap kupu-kupu yang terbuka dan tertutup saat melakukan gerakan memeluk.
  • Selama melakukan butterfly hug, perdalam pernapasan dengan mengambil napas dalam melalui hidung dan menghembuskan napas perlahan melalui mulut. Pernapasan yang dalam dan terkendali membantu menenangkan sistem saraf dan meningkatkan efek relaksasi butterfly hug.
  • Biarkan pikiran dan perasaan mengalir dengan bebas tanpa menilai atau menghakimi. Fokus pada perasaan nyaman, kehangatan, dan kenyamanan yang muncul selama melakukan teknik ini.
  • Lanjutkan butterfly hug selama beberapa menit atau sesuai kebutuhan. Setelah selesai, perhatikan perasaan dan perlahan lepaskan lengan dari dada dan bahu.

Manfaat Pelukan bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Selain menjadi tindakan yang umum dalam hubungan sosial, pelukan juga memiliki beberapa manfaat yang telah teruji secara ilmiah. Sehingga pelukan terbukti bisa membantu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan seseorang. 

Manfaat pelukan bagi kesehatan fisik dan mental antara lain:

1. Menghadirkan Perasaan Nyaman

Pelukan memberikan perasaan nyaman dan kehangatan fisik yang bisa langsung dirasakan. Saat kita dipeluk, terjadi kontak kulit yang merangsang pelepasan hormon oksitosin di dalam tubuh. 

Oksitosin, yang dikenal sebagai “hormon kasih sayang” atau “hormon cinta,” berperan penting dalam menciptakan perasaan nyaman yang mendalam saat kita merasakan pelukan. Hormon oksitosin ini menghadirkan perasaan nyaman dan meningkatkan rasa keterikatan sosial bagi orang yang terlibat dalam pelukan. 

Selain itu, pelukan juga merangsang pelepasan hormon endorfin. Hormon ini merupakan senyawa kimia dalam tubuh yang bertindak sebagai “penghilang rasa sakit alami” dan membantu meningkatkan suasana hati.

2. Meningkatkan Percaya Diri

Pelukan dapat memberikan dukungan emosional yang kuat dan meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Menerima pelukan memungkinkan tubuh merasakan kehangatan dan perhatian yang membuat diri merasa dicintai dan dihargai. Hal ini memberikan dorongan positif pada kepercayaan diri dan harga diri kita. 

Melalui pelukan akan terjalin ikatan sosial yang erat, menciptakan rasa keamanan dan keyakinan bahwa kita didukung dan diterima oleh orang lain. Pelukan yang mengandung kasih sayang juga dapat meningkatkan perasaan positif, membangun hubungan yang lebih kuat, dan memperkuat ikatan antar individu.

manfaat pelukan bagi tumbuh kembang anak sangat banyak

Menurut terapis perkawinan dan keluarga bernama Stat Tatkins, saling berpelukan merupakan cara untuk membuat keadaan lebih baik serta meningkatkan kepercayaan diri secara instant. Pelukan bermanfaat untuk memperkuat daya kita dalam memberi dan menerima cinta.

3. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Manfaat pelukan bagi kesehatan selanjutnya yakni menghadirkan efek menenangkan pada sistem saraf. Sentuhan fisik yang lembut merangsang pelepasan hormon serotonin yang merupakan salah satu neurotransmitter yang terlibat dalam mengatur suasana hati dan emosi. Sehingga pelukan merupakan salah satu cara mengurangi stres.

Pelukan juga membantu mengurangi pelepasan hormon kortisol, yaitu hormon stres dalam tubuh. Dengan mengurangi tingkat hormon stres, pelukan membantu meredakan ketegangan fisik dan emosional, serta mengurangi dampak negatif stres jangka panjang pada tubuh kita. Pelukan juga dapat merangsang pelepasan hormon dopamin yang berperan meningkatkan perasaan bahagia dan memberikan perasaan relaksasi. 

Riset yang dipublikasikan Journal of Psychosomatic mengungkapkan responden wanita yang memegang lengan pasangannya saat diberi kejutan listrik mengalami pengurangan aktivitas pada bagian otak yang terkait dengan stres. Di samping itu, bagian otak yang terkait penghargaan menunjukkan aktivitas yang lebih banyak.

4. Mencegah Berbagai Penyakit

Pelukan juga dapat membantu mencegah berbagai penyakit. Kontak fisik yang terjadi saat berpelukan dapat merangsang sistem imunitas. Ini akan meningkatkan produksi sel-sel kekebalan tubuh, seperti sel natural killer yang membantu melawan infeksi dan penyakit.  Sehingga kita dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian yang diterbitkan SAGE Journal menyebutkan bahwa berpelukan dapat mengurangi kemungkinan orang terkena penyakit. Riset yang melibatkan 400 orang responden berusia dewasa ini juga mengungkapkan peran support system yang sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit.

Riset yang dilakukan Carnegie Mellon University juga menyebutkan bahwa pelukan serta ekspresi kasih sayang lainnya mendatangkan efek positif bagi sistem imunitas tubuh. Orang-orang yang rutin mendapatkan pelukan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dan terhindar dari berbagai jenis penyakit. 

5. Membuat Lebih Bahagia

Kita akan merasakan sentuhan dan kehangatan yang memberikan perasaan bahagia dan kepuasan saat mendapatkan pelukan. Hal ini disebabkan adanya pelepasan oksitosin dan endorfin yang berperan meningkatkan suasana hati dan meningkatkan rasa bahagia. 

Penelitian dari National Institute of Health mengungkapkan bahwa efek positif dari oksitosin yang paling kuat ditemukan pada responden wanita yang memiliki hubungan yang lebih baik serta sering berpelukan dengan pasangan.

6. Menjaga Kesehatan Jantung

Salah satu cara memperkuat jantung yakni dengan rutin berpelukan. Pelukan dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan jantung kita. Saat kita dipeluk, terjadi interaksi fisik yang dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung.

Pelukan merangsang pelepasan oksitosin dan endorfin yang membantu menenangkan sistem saraf otonom. Dalam jangka panjang, pelukan yang teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan penyakit terkait lainnya.

7. Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Manfaat pelukan lainnya yakni membantu membangun ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang dewasa yang memeluknya. Ini menciptakan rasa keterikatan yang mendalam, memberikan rasa keamanan, dan stabilitas emosional yang penting dalam perkembangan anak.

Pelukan juga memberikan rangsangan sensorik yang penting bagi perkembangan anak. Sentuhan fisik saat dipeluk merangsang indera peraba dan memberikan pengalaman fisik yang positif. Hal ini penting untuk perkembangan sensorik, koordinasi motorik, dan persepsi ruang pada anak.

Penelitian di Emory University mengungkapkan adanya hubungan antara pengelolaan stres yang dialami saat dewasa dengan banyaknya pelukan yang didapatkan ketika masih anak-anak. Kurangnya sentuhan kasih sayang dan pelukan dapat menghambat perkembangan perilaku anak saat dewasa. 

8. Mencegah Penuaan Dini

Saat berpelukan terjadi stimulasi fisik yang merangsang aliran darah ke kulit. Hal ini membantu menyuplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel kulit yang membantu regenerasi sel yang sehat. 

Dengan peningkatan aliran darah, kulit mendapatkan lebih banyak nutrisi penting yang diperlukan untuk mempertahankan elastisitas dan kelembaban. Sehingga mengurangi risiko kerutan dan garis halus yang terkait dengan penuaan dini.

Pelukan juga dapat merangsang produksi kolagen dalam tubuh. Kolagen adalah protein yang membentuk struktur kulit dan memberikan kekenyalan serta kekuatan pada jaringan kulit. Dengan merangsang produksi kolagen, pelukan membantu menjaga kulit tetap kenyal dan tahan terhadap tanda-tanda penuaan dini seperti kehilangan elastisitas dan kekencangan.

Pelukan secara tidak langsung dapat membantu mencegah penuaan dini dengan merangsang aliran darah, menyuplai nutrisi yang cukup, serta meningkatkan produksi kolagen. Pelukan yang rutin dan penuh kasih sayang dapat menjadi salah satu langkah sederhana dan efektif dalam menjaga kulit tetap sehat, bercahaya, dan terhindar dari tanda-tanda penuaan dini.

Menilik manfaat pelukan yang sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan, sudah seyogianya kita membiasakan untuk saling memeluk orang-orang tersayang, termasuk memeluk diri sendiri. Pelukan tidak hanya memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan emosional, tetapi juga memiliki dampak positif yang signifikan pada kesehatan tubuh.

Jika sedang sendirian dan membutuhkan pelukan, kita tidak perlu kebingungan lagi. Sekarang kita telah mengetahui apa itu butterfly hug atau memeluk diri sendiri dan cara melakukannya. Kita bisa langsung mempraktikkanya dan memperoleh manfaatnya.

Melalui pemahaman akan manfaat luar biasa dari pelukan ini, kita dapat mengambil langkah yang tepat guna menjaga kesehatan fisik dan emosional dengan cara yang sederhana namun efektif. Kita dapat menjadikan pelukan sebagai bahasa kasih sayang sehari-hari.

TAGS
#apa itu butterfly hug #cara memperkuat jantung #cara mengurangi stres #manfaat pelukan bagi kesehatan #memeluk diri sendiri