Artikel

Fakta Lengkap Jamur Cordyceps di Series The Last of Us

Jamur Cordyceps di series The Last of Us mencuri perhatian publik. Disinyalir pemanasan global dapat memicu mutasi gen jamur zombie tersebut. Orang yang terinfeksi bisa berubah jadi zombie.  Waduh! Apakah jamur tersebut benar-benar ada? Jangan kaget, faktanya jamur Cordyceps memang ada di dunia nyata. 

Drama seri The Last of Us (2023) sendiri merupakan adaptasi dari game berjudul sama yang menjadi salah satu game terlaris PlayStation 3. Neil Druckmann, kreator game The Last of Us (2013), ternyata memang terinspirasi dari fakta ‘mengerikan’ jamur Cordyceps yang dibeberkan serial Planet Earth yang disiarkan BBC.

Di Indonesia, pembahasan tentang series The Last of Us dan jamur Cordyceps semakin menarik. Pasalnya serial yang diproduksi di Kanada ini menyebut Indonesia tepatnya Jakarta sebagai tempat awal kemunculan jamur zombie yang mematikan.

Tidak hanya itu, Christine Hakim yang merupakan aktris senior kebanggan Indonesia tampil berperan sebagai ilmuwan dari Jakarta yang bernama Ratna Pertiwi. Beberapa episode awal The Last of Us juga menampilkan percakapan dalam Bahasa Indonesia.

Jadi makin penasaran dengan series The Last of Us dan fakta jamur Cordyceps? Apakah jamur zombie di dunia nyata semenyeramkan cerita film? Eits, hati-hati dengan hoaks. Baca artikel ini sampai selesai biar tahu fakta sebenarnya, yuk!

The Last of Us, Petualangan Lintasi Amerika Pasca Pandemi Jamur Zombie

Kamu sudah nonton The Last of Us belum? Series yang tayang di HBO dan HBO Go ini ramai diperbincangkan dan telah dinantikan penggemar drama aksi petualangan. Terutama bagi kamu yang pernah memainkan game The Last of Us (2013).

Game The Last of Us menggunakan sudut pandang orang ketiga. Para pemain secara sembunyi-sembunyi menyerang zombie yang terinfeksi jamur Cordyceps menggunakan senjata. Tampilan visualnya sinematik dan penuh adegan seru sehingga layak diadaptasi menjadi film maupun drama seri.

Penulis dan sutradara Serial The Last of Us adalah Neil Druckmann yang juga merupakan kreator game tersebut. Drama seri dengan 9 episode ini rilis episode pertama di Amerika tanggal 15 Januari 2023 dan tayang di Indonesia mulai 16 Januari 2023.

Deretan aktor dan aktris yang membintangi The Last of Us (2023) antara lain Pedro Pascal, Bella Ramsey, Anna Torv, Gabriel Luna, Ashley Johnson, dan lain-lain. Pedro Pascal dan Bella Ramsey sama-sama pernah membintangi serial Game of Thrones. Namun mereka belum pernah bekerja sama dalam satu produksi. Pada serial The Last of Us inilah pertama kalinya Pedro Pascal dan Bella Ramsey bertemu dalam satu scene.

Tidak ketinggalan ada Christine Hakim yang awalnya merahasiakan keterlibatannya dalam serial ini. Proses syuting di tengah pandemi Covid-19 membuat Christine Hakim sempat ragu karena harus meninggalkan keluarganya. Pada salah satu adegan menangis, Christine Hakim mengaku merasa benar-benar sedih karena teringat dengan keluarganya.

Christine Hakim, salah satu bintang serial The Last of Us

Christine Hakim juga sempat bertanya kepada Neil Druckmann terkait alasan memilih Indonesia sebagai salah satu latar cerita The Last of Us. Jawabannya adalah karena ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Seperti diketahui pada umumnya film-film Hollywood akan menampilkan Cina, Jepang, maupun Korea. Sutradara The Last of Us memilih Indonesia agar berbeda.

Sebelum menonton, kamu bisa menyimak dulu sinopsis The Last of Us. Drama seri ini menceritakan tentang Joel (Pedro Pascal) yang 20 tahun lalu lari menyelamatkan diri saat virus jamur zombie mulai menyebar. Saat itu orang-orang yang menghirup spora beracun menjadi tidak terkendali, liar, dan bisa menginfeksi orang lain. Mereka seperti zombie!

Virus jamur zombie menyebabkan perubahan besar pada tatanan dunia. Joel berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan adiknya Tommy (Gabriel Luna). 20 tahun setelah itu, Joel tinggal di zona karantina Boston bersama Tess (Anna Torv) sebagai anggota gangster. 

Joel dan Tess tidak pernah menyangka akan menghadapi persoalan dengan Fireflies yang merupakan kelompok pemberontak Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEDRA). Fireflies menugaskan Joel mengawal gadis remaja bernama Ellie (Bella Ramsey) melintasi Amerika.

Ternyata perjalanan mereka sangat tidak mudah. Para zombie masih berkeliaran dan siap menyerang. Joel dan Ellie mengalami berbagai hambatan selama perjalanan melintasi Amerika. Mereka saling bergantung satu sama lain demi bertahan hidup. 

Ada banyak laga aksi dan adegan pilu menyesakkan dalam serial ini. Penonton akan dibawa pada petualangan yang bikin deg-degan. Akhirnya, apakah Joel dan Ellie berhasil menjalankan misi?

Mengenal Jamur Cordyceps di Series The Last of Us

Sebenarnya apa itu jamur Cordyceps? Berdasarkan penelusuran Tirto, Cordyceps merupakan genus jamur parasit yang tumbuh pada larva serangga. Jenis jamur tersebut pada umumnya menginfeksi serangga atau hewan beruas (arthropoda) seperti lipan, udang, laba-laba, dan lain-lain.

Jamur Cordyceps terdiri dari tiga bagian, yakni miselium, tubuh, dan spora. Bagian miselium pada spesies ini berfungsi menyerap nutrisi dari tanah. Bagian tubuhnya adalah yang muncul dari permukaan tanah. Sementara bagian spora berfungsi memunculkan jamur Cordyceps lain.

Serangga yang menjadi inang dari parasit jamur ini akan mengalami kebingungan dan disorientasi pada awal terinfeksi. Hewan yang mengalami gejala awal tersebut akan segera diisolasi dari kawanannya karena jamur Cordyceps yang sudah berkembang dapat memusnahkan seluruh koloni.

jamur cordyceps pada serial The Last of Us ternyata benar ada!

Selanjutnya parasit tersebut akan mengganti jaringan tubuh sehingga serangga sulit mengendalikan diri. Perilaku serangga inilah yang disebut mirip zombie. Kemudian mulai tumbuh batang jamur panjang keluar tubuhnya. Munculnya batang-batang jamur ini di tubuh serangga merupakan hal yang unik dan menginspirasi alur cerita game dan serial The Last of Us.

Peneliti menemukan ada lebih dari 700 spesies Cordyceps di dunia yang sebagian besar berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jamur ini tumbuh di wilayah hutan serta wilayah beriklim tropis.

Ada dua spesies utama jamur Cordyceps yang kerap dimanfaatkan manusia untuk tujuan kesehatan. Yang pertama yaitu Ophiocordyceps sinensis  atau O. sinensis yang populer dengan nama DongChongXiaCa, viagra Himalaya, maupun yartsa gunbu. Sedangkan yang kedua bernama Cordyceps militaris atau C. militaris yang memungkinkan dikembangkan di laboratorium. 

Kedua jenis jamur Cordyceps tersebut mengandung senyawa bioaktif adenosine dan cordycepin. Senyawa inilah yang digunakan untuk pembuatan suplemen kesehatan dan berbagai obat-obatan medis dan tradisional.

Manfaat Jamur Cordyceps dan Efek Sampingnya

Faktanya, jamur Cordyceps bukan benar-benar jamur zombie yang bisa memusnahkan setengah populasi manusia seperti di cerita film. Bahkan jamur Cordyceps telah dipercaya bertahun-tahun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Jamur Cordyceps telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Jamur yang tumbuh di hutan dikumpulkan dengan tangan kemudian dikeringkan. Saat ini jamur jenis Cordyceps militaris juga dibudidayakan di laboratorium untuk bahan obat-obatan dan suplemen kesehatan.

Berdasarkan penelusuran Halodoc, berikut beberapa manfaat jamur Cordyceps bagi kesehatan manusia.

  1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Kandungan pada jamur Cordyceps bersifat anti-inflamasi atau anti peradangan. Hal ini berpengaruh terhadap resistensi insulin dalam tubuh. Insulin merupakan hormon yang mengatur kadar gula atau glukosa darah sehingga jumlahnya tetap terkontrol.

Jamur Cordyceps dapat membantu mengurangi peradangan serta menurunkan kadar gula darah sehingga dapat meningkatkan kesehatan penderita diabetes tipe 2. Tidak berlebihan jika jamur ini digunakan sebagai obat diabetes.

  1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Senyawa adenosin yang terkandung pada jamur Cordyceps bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Senyawa ini membantu memberikan perlindungan pada jantung sehingga dipercaya dapat mengatasi aritmia. Gejala aritmia antara lain detak jantung terlalu lambat, terlalu cepat, maupun tidak teratur.

Selain itu, senyawa aktif pada jamur Cordyceps efektif menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat dalam darah. Hal ini penting untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah penyakit lainnya.

  1. Mencegah Tumor dan Kanker

Manfaat jamur Cordyceps lainnya yaitu membantu mencegah tumbuhnya tumor di tubuh manusia. Senyawa aktif pada jamur ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel tumor dan kanker, termasuk kanker paru-paru, usus besar, kulit, dan hati.

Sebuah studi menyebutkan efek jamur Cordyceps yang diuji pada tikus pengidap leukopenia setelah perawatan radiasi dan kemoterapi. Hasilnya menunjukkan fungi tersebut dapat mengurangi komplikasi perawatan penyakit kanker.

  1. Meningkatkan Kinerja Latihan Fisik

Jamur Cordyceps dapat membantu meningkatkan produksi molekul adenosin triphosphate (ATP) yang bermanfaat meningkatkan energi saat olahraga atau latihan fisik. Jamur tersebut memengaruhi cara tubuh menggunakan oksigen secara lebih efektif. Sehingga jamur Cordyceps dapat meningkatkan performa olahraga pada orang dewasa selain atlet yang memang sudah terlatih.

  1. Mencegah Penuaan Dini

Manfaat jamur Cordyceps yang ini pasti disukai para peminat skincare. Pasalnya, jamur langka ini bisa digunakan sebagai anti-aging yang banyak dicari industri perawatan wajah saat ini.

Jamur Cordyceps memiliki kandungan antioksidan yang berfungsi menetralkan radikal bebas serta menghambat kerusakan sel kulit. Sehingga kulit menjadi lebih sehat dan tampak awet muda.

  1. Meningkatkan Fungsi Seksual

Manfaat jamur Cordyceps juga dipercaya dapat meningkatkan fungsi seksual. Penelitian pada tikus percobaan yang diberikan jamur Cordyceps menemukan bahwa fungsi seksual hewan tersebut meningkat.

Meskipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, penggunaan jamur Cordyceps sebagai obat-obatan perlu diawasi ahlinya. Masih diperlukan riset lanjutan untuk membuktikan berbagai manfaat jamur tersebut untuk meningkatkan kesehatan manusia.

Melansir Forij dan Verywellhealth yang dikutip Tirto, terdapat efek samping jamur Cordyceps yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Peningkatan pendarahan setelah operasi
  • Perlambatan pembekuan darah
  • Peningkatan gejala autoimun
  • Sakit perut, mual, dan diare
  • Reaksi alergi

Timbulnya efek samping bagi setiap orang tentu berbeda, tergantung tubuh masing-masing penderita. Biasanya efek samping akan lebih rentan muncul pada orang dengan autoimun maupun yang memiliki imunitas rendah. 

Jika terjadi keluhan setelah menggunakan obat-obatan maupun suplemen tambahan segera hentikan penggunaan. Jika diperlukan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis. 

Pada dasarnya jamur Cordyceps aman selama sesuai petunjuk penggunaan dan saran ahli kesehatan. Namun manfaatnya secara spesifik masih berdasarkan kepercayaan turun temurun secara tradisional. Para ahli masih terus meneliti penggunaan jamur Cordyceps secara medis.

Nah, sekarang kita sudah tahu kalau jamur Cordyceps yang disebut di series The Last of Us ternyata punya banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak perlu overthinking lagi, ya. Manusia yang menjadi zombie karena terinfeksi jamur itu hanya ada di film, kok!

TAGS
#jamur cordyceps #jamur zombie #manfaat cordyceps #pemanasan global #the last of us